Disperkim Mataram Pastikan Rusunawa Nelayan Terbangun 2020

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memastikan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, mulai dibangun tahun 2020.

“Berbagai persyaratan baik itu lahan, desain perencanaan pembangunan maupun lainnya sudah kita penuhi. Informasi terakhir dari Kementerian PUPR juga menyatakan siap dibangun 2020,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Rabu.

Kemal yang ditemui di lokasi relokasi nelayan Lingkungan Pondok Perasi, Kecamatan Ampenan yang tempat tinggalnya dieksekusi, mengatakan, pembangunan rusunawa nelayan tahun depan dipastikan cukup untuk mengakomodasi 81 kepala keluarga (KK) yang terdampak eksekusi lahan.

Ini karena jumlah bantuan rusunawa nelayan didapatkan Pemerintah Kota Mataram sebanyak tiga “twin blok” atau 174 kamar dengan tipe 36 dan bentuk fisik tiga lantai. Dengan demikian sisa kamar bisa untuk mengakomodasi nelayan yang masih berada di sempadan pantai.

“Semula kita akan mendapatkan bantuan dua ‘twin blok’ sesuai usulan, tetapi Alhamdulillah realisasi tiga ‘twin blok’,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Ia mengatakan, pengurangan jumlah lantai pembangunan rusunawa dari lima lantai menjadi tiga lantai atas pertimbangan karena daerah ini menjadi daerah rawan gempa.

Namun demikian, tipe rumahnya lebih besar yakni tipe 36 dengan fasilitas 2 kamar tidur, satu kamar tamu, satu dapur dan satu kamar mandi.

Kemal menambahkan, dalam proses pembangunan rusunawa nelayan, pemerintah kota menerima barang jadi tidak dalam bentuk dana seperti rusunawa-rusunawa lainnya.

“Sementara untuk fasilitas pendamping, seperti pagar keliling, penataan areal rusunawa dan tempat jemur ikan kita coba usulkan melalui APBD perubahan 2020,” katanya.

Menurutnya, anggaran pendamping untuk penataan rusunawa nelayan belum dialokasikan dalam APBD murni 2020, namun hal itu bisa dikoordinasikan yang penting proses pembangunan intinya bisa berlajan lancar dan rampung sesuai jadwalnya ditetapkan.

“Jika tidak ada aral melintang, rusunawa nelayan rampung Oktober 2020,” katanya. (Ant)