Disperkim Siapkan Penataan Taman Simpang Empat Kantor Gubernur NTB

Tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, survei lokasi penataan "taman buaya" simpang empat Kantor Gubernur NTB. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram, menyiapkan konsep penataan taman di simpang empat Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) atau biasa dikenal “taman buaya” dengan alokasi anggaran sekitar Rp100 juta.

“Hari ini kami melakukan survei untuk melihat kondisi tanaman yang akan ditebang, kemudian kita tata agar lebih indah dan menarik,” kata Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Dekorasi Disperkim Kota Mataram, Kurnia Mulyadi di Mataram, Kamis.

Kurnia yang ditemui saat melakukan survei dan pengecekan kondisi beberapa pohon yang akan ditebang karena tidak memungkinkan untuk dipertahankan.

Untuk kegiatan penataan taman ini akan diserahkan oleh pihak ketiga, ujar dia.

Namun konsepnya, tetap menggunakan konsep yang sudah ada karena harus mempertahankan nilai sejarah yang ada di pojok bagian Barat Pendopo Gubernur NTB tersebut.

“Di sini dulu ada pohon beringin berusia puluhan tahun, tapi tumbang sekitar tahun 2015, akibat angin kencang,” lanjutnya.

Sekarang, memang tumbuh pohon lagi anak pohon beringin namun kondisinya baik itu akar maupun posisi tumbuhnya tidak mungkin bisa dipertahankan.

Selain areal bekas pohon beringin ditumbuhi anak pohon beringin yang tidak bagus, aral itu ditumbuhi juga tanaman liar berupa pohon are. “Jenis pohon ini juga kurang bagus, sehingga akan kita tebang,” katanya.

Menurutnya, proses penataan taman yang direncanakan dimulai bulan Februari 2020, akan dipercantik dengan tetap menanam pohon inti. Pohon inti akan ditanam pohon beringin dolar atau sejenis bonsai dan di sekitarnya ditanami bunga.

“Dengan demikian, pandangan para pengguna jalan di simpang empat kantor gubernur bisa lebih leluasa tanpa terhalangi pohon besar,” ujarnya. (Ant)