Distan Mataram Belum Sanggup Buka Pasar Hewan Selagalas

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan belum sanggup membuka kembali operasional Pasar Hewan Selagalas, yang ditutup sejak 26 Maret 2020, guna mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Kamis, mengatakan, jika untuk membuka Pasar Hewan Selagalas hanya dengan menyiapkan cuci tangan dan “hand sanitizer”, tidaklah seberapa.

“Tapi siapa yang bisa menjaga semua yang datang ke pasar ternak itu bebas dari COVID-19, sementara yang datang dalam sehari mencapai lebih 1.000 orang dari berbagai wilayah,” katanya.

Para pedagang, jagal dan pengusaha yang datang ke Pasar Hewan Selagalas itu tidak hanya dari Kota Mataram seperti pasar-pasar tradisional lainya, akan tetapi mereka datang dari berbagai penjuru di Pulau Lombok bahkan Pulau Sumbawa.

“Jadi setelah dibahas dengan Tim Gugus Tugas Penanangan COVID-19, kondisi itu masih dinilai berat dan aparat dari Distan yang disiaga di lokasi hanya 8 orang sehingga tidak mampu,” katanya.

Paling tidak, lanjutnya, untuk pengamanan saja dibutuhkan dukungan dari aparat Satpol PP, TNI dan Polri dengan jumlah yang memadai. Karena pengawasan terhadap sosial dan physical distancinya juga perlu dilakukan.

Ia mengakui, desakan pembukaan Pasar Hewan Selagalas sudah banyak masuk baik dari jagal maupun pengusaha, karena mereka saat ini sudah mulai kesulitan mencari stok sapi.

“Selama ini, pengusaha kita sarankan mencari sapi langsung ke peternak tapi mereka memang harus membayar ongkos kirim. Tapi di pasar juga banyak makelar yang mengambil keuntungan,” katanya.

Untuk saat ini, hanya pasar ternak di Narmada, Kabupaten Lombok Barat yang sudah mulai beroperasional, mungkin hal itu bisa menjadi alternatif sementara bagi pengusaha dan jagal di Kota Mataram.

Mutawalli menambahkan, Pasar Hewan Selagalas beroperasional dua kali seminggu yakni setiap hari Selasa dan Kamis, para pengepul datang dari berbagai daerah di Pulau Lombok bahkan Pulau Sumbawa.

Jenis ternak yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Selagalas, hanya untuk sapi dan kambing dengan rata-rata jumlah ternak yang datang dalam sehari saat kondisi normal 500-600 ekor, tetapi pada saat tertentu bisa mencapai 1.000 ekor bahkan lebih.

“Misalnya, saat menjelang Lebaran Idul Fitri, Lebaran Ketupat, dan Idul Adha, ternak di Pasar Hewan Selagalas bisa mencapai 1.000 ekor,” ujarnya. (Ant)