Ditempatkan di Daerah Wisata, Gubernur Pesan 20 Unit Dolis di SMK Negeri 3 Mataram

Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah saat mencoba mengendarai dolis pada pameran di Jakarta beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Kendaraan berupa cidomo listrik (dolis) hasil karya SMKN 3 Mataram bisa menjadi kendaraan alternatif di destinasi wisata. Melihat peluang itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bahkan sudah memesan 20 unit dolis untuk ditempatkan di destinasi-destinasi wisata yang ada.

Hal itu dikatakan Guru Pembimbing Produk inovasi SMKN 3 Mataram, Hadi Kurniawan yang saat ini tengah mempercepat pengerjaan dolis. Diterangkan, SMKN 3 Mataram bekerja sama dengan sejumlah IKM, karena pembuatan dolis paling lama di bagian bak atau tempat duduk penumpang.

“Ini alhamdulillah Pak Gubernur pesan 20 unit. Ini kita sedang koordinasi dengan Pemprov untuk segera menyelesaikan itu. Itu nanti rencananya di daerah-daerah khusus kayak Mandalika, Gili,” katanya, Jumat (18/11) di Mataram.

Penempatan kendaraan listrik di daerah wisata itu untuk mendukung lingkungan yang bebas polusi. “Baru Pak Gubernur saja dan kalangan dinas saja. Seperti di BRIDA nanti digunakan di sana,” ujarnya.

Ia mengatakan, puluhan unit kendaraan listrik yang dipesan sedang diproduksi dan ditargetkan bisa selesai dalam jangka waktu dua bulan. “Pengerjaannya ini paling lama di baknya ya. Paling lama satu setengah sampai dua bulan lah,” ujarnya.

Sementara untuk jarak tempuh dengan baterai pada kendaraan listrik tersebut yaitu sekitar 40-50 kilometer. Jika daya baterai sudah mulai berkurang, bisa diisi sendiri selama enam jam. “Daya baterainya itu sekitar 1,5 KW. Bisa diisi sendiri di rumah kalau sudah lemah,” ucapnya.

Tidak saja dolis, SMKN 3 Mataram juga sudah memproduksi sepeda listrik. Saat ini baru empat pesanan yang sudah masuk dan dalam proses pengerjaan. “Ini kita juga sedang buat untuk sepeda listrik,” kata Hadi.

Harga kendaraan listrik khususnya dolis yaitu sebesar Rp50 juta per unit. Harga tersebut disesuaikan dengan sparepart yang digunakan karena beberapa item dari luar daerah. Namun kedepan untuk mempermudah dalam proses pengerjaan, guru dan peserta didik di SMKN 3 Mataram akan merakit sendiri. “Kita baterainya kita beli dari luar. Kita bisa sebenarnya merakit sendiri,” ucapnya. (azm)