DKP Verifikasi Nelayan Calon Sasaran Penerima Konverter Kit

Dokumen: bantuan konverter kit dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui program konversi bahan bakar minyak ke elpiji tiga kilogram kepada nelayan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai melakukan verifikasi nelayan calon sasaran penerima bantuan konverter kit dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui program konversi bahan bakar minyak ke elpiji tiga kilogram, untuk tahun 2020.

Kepala DKP Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini di Mataram, Jumat, mengatakan, verifikasi calon penerima yang dilakukan itu masih sebatas untuk usulan permohonan bantuan.

“Tetapi, kami belum tahu berapa kuota yang akan diberikan pemerintah kepada nelayan di Mataram, pada tahun 2020,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya berharap jumlah nelayan yang mendapatkan bantuan konverter kit lebih banyak dari tahun ini, agar semua nelayan di kota ini ke depan semuanya bisa menggunakan konverter kit.

Dimana, tahun ini bantuan konverter kit menyasar sebanyak 460 nelayan, bertambah dari tahun sebelumnya sebanyak 200 nelayan. Dengan demikian, nelayan yang sudah mendapatkan bantuan konverter kit sebanyak 660 orang.

“Jadi masih ada sisa sekitar 780 nelayan yang belum mendapatkan bantuan. Mereka inilah yang terus kami perjuangkan agar tahun depan bisa mendapatkan bantuan konverter kit meskipun secara bertahap,” katanya.

Oleh karena itulah, mulai saat ini pihaknya melakukan verifikasi terhadap berbagai pemenuhan persyaratan calon penerima bantuan konverter kit.

Persyaratan nelayan yang mendapatkan bantuan konverter kit antara lain, nelayan kecil yang memiliki sampan di bawah 15 GT atau menggunakan mesin ketinting, dan sudah memiliki kartu nelayan dan status pekerjaan di KTP adalah nelayan.

“Banyak nelayan yang status pekerjaanya di KTP bukan nelayan melainkan swasta atau lainnya, sehingga itu harus diubah agar bisa memenuhi syarat penerima bantuan,” katanya.

Dikatakan, bantuan konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kilogram, serta aksesoris pendukung lainnya seperti “reducer”, “regulator”, dan “mixer”, dengan total estimasi bantuan satu unit Rp10 juta.

Program konversi ini, sambung Sujihartini, dilakukan untuk menghemat biaya operasional yang dikeluarkan oleh para nelayan. Sejak beralih menggunakan gas, para nelayan hemat biaya operasional sekitar 40 hingga 60 persen.

“Alhamdulillah, 660 nelayan yang sudah menerima bantuan tidak ada satupun yang mengeluh. Sebaliknya, yang belum dapat terus mengajukan permohonan permintaan kepada kita dan itu menjadi pekerjaan rumah agar semua nelayan bisa mendapatkan bantuan,” katanya. (Ant)