DPO Penipuan Tertangkap di Kos-Kosan di Mataram

161
DPO pelaku tindak penipuan dan penggelapan dalam jabatan yang diamankan Ditreskrimum Polda NTB (Inside Lombok/Ist)

Mataram (Inside Lombok) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menangkap seorang DPO (Daftar Pencarian Orang) kasus penipuan dan atau penggelapan dalam jabatan. Terduga pelaku penipuan inisial S itu diamankan di sebuah rumah kos di daerah Gebang, Mataram.

Kabid Humas Polda NTB, Artanto menerangkan S terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan sesuai laporan LP/B/29/II/2022/SPKT/POLDA NUSA TENGGARA BARAT tanggal 2 Februari 2022. Berdasarkan dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda NTB, menetapkan tersangka sebagai buronan lantaran melarikan diri.

“Setelah dilakukan pencarian terhadap tersangka dan diperoleh informasi bahwa pelaku bersembunyi di sebuah kos-kosan di wilayah Gebang, Kota Mataram,” ujar Artanto, Kamis (17/11).

Pihak kepolisian kemudian memastikan keberadaan tersangka dan melakukan penangkapan terhadap tersangka tanpa perlawanan. Selanjutnya tersangka dibawa menuju Ditreskrimum Polda NTB guna proses hukum lebih lanjut.

“Untuk saat ini dengan status DPO tersangka sedang mengajukan gugatan pra peradilan di PN (Pengadilan Negeri) Mataram,” tuturnya.

Penggelapan dalam jabatan atau penipuan yang dilakukan S berawal saat ia menjalin kerja sama membuat perusahaan yang bergerak di bidang jual beli bahan pokok. Di mana pelapor menginvestasikan uang di perusahaan tersebut sebesar Rp250 juta dan uang untuk perbaikan toko sebesar Rp25 juta.

“Setelah PT tersebut berjalan, terlapor memberitahukan kepada pelapor bahwa PT tersebut mengalami kerugian sehingga pelapor mengecek rekening PT tersebut dan menemukan banyak dana yang ditransfer ke rekening pribadi terlapor,” terangnya.

Namun terlapor hanya mengembalikan uang pelapor sebesar Rp50 juta. Atas kejadian tersebut pelapor merasa diperdaya dan dirugikan sehingga pelapor melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda NTB.

Sebelumnya pelaku sudah ditetapkan dalam DPO sejak 3 November 2022 oleh Subdit III Ditreskrimum Polda NTB. Pihak kepolisian sebelum menetapkan atau memasukkan S dalam DPO, dalam kasus dugaan penipuan tersebut sudah dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan. Namun pelaku mangkir dari panggilan tersebut.

“Sudah dipanggil sesuai dengan prosedur. Namun hingga saat ini belum pernah memenuhi panggilan dari pihak penyidik,” jelasnya. (dpi)