DPRD Lobar Tagih Janji Pemprov untuk Jamin Stok Vaksin Tetap Aman

Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah, saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (12/10/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) -Ketua DPRD Lobar tagih janji pemerintah provinsi untuk memastikan stok vaksin Covid-19 di Lombok Barat tetap aman. Setelah beberapa hari stok vaksin di Lobar justru kosong dalam masa percepatan untuk mencapai herd immunity pada pertengahan bulan ini. Kondisi itu pun banyak dikeluhkan kades dan camat.

“Kita mendorong pemerintah provinsi untuk memprioritaskan kabupaten Lombok Barat bila nanti ada droping vaksin lagi dari pusat,” tegas Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/10).

Pihaknya mendorong pemerintah provinsi melakukan lobi ke pusat. Demi memastikan stok vaksin bisa terjamin. “Ya kalau kita dijanjikan, kita tagih lagi janji mereka untuk segera,” ujarnya.

Nur menilai program percepatan pencapaian herd immunity yang sudah berjalan selama kurang lebih satu minggu tidak hanya menjadi tugas Pemda Lobar, melainkan juga pemerintah provinsi. Terutama untuk menyambut event skala internasional yang akan segera terselenggara di Mandalika pada November mendatang.

“Walaupun Lobar bukan tuan rumah, tapi Lobar dalam hal ini menjadi daerah penyangga, dan jadi gerbang masuknya para wisatawan,” imbuhnya.

Bila progres percepatan vaksinasi tidak sesuai target, menurut Nur, bukan berarti Pemda tidak bekerja. Melainkan akibat ketersediaan vaksin yang beberapa kali kosong.

Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. H. Ahmad Taufik Fathoni mengakui bahwa Lobar baru saja menerima distribusi vaksin sebanyak 80 ribu dosis lebih dada Senin (11/10) sore lalu. Stok yang diterima terdiri dari 76 ribu vaksin jenis Pfizer, sembilan ribu vaksin Sinovac dan 10 ribu dosis AstraZeneca.

“Untuk minggu kemarin memang iya, kita kekurangan stok vaksin. Tetapi kemarin sore kita baru didroping tiga jenis vaksin” ungkapnya. Dengan stok tersebut masyarakat Lobar disebutnya memiliki banyak pilihan untuk jenis vaksin yang dapat digunakan.

“Stok yang Sinovac saya rasa sehari bisa habis, tapi kalau yang lain karena penggunaannya spesifik, jadi agak pelan. Tetapi saya rencanakan seminggu sudah habis,” jelasnya.

Selain itu, Dikes juga mulai mengadvokasi camat dan kades agar dapat memanfaatkan stok yang ada saat ini. Diakuinya Dikes tidak akan berhenti hanya pada target yang 70 persen. Namun akan tetap melakukan pemerataan vaksinasi bagi seluruh warga Lobar hingga mencapai 100 persen.

“Target kami di kesehatan itu tetap 100 persen. Itu tidak ada tawar-menawar. Mau 70 persen atau lebih, yang pasti angka yang harus kami vaksin adalah 530.000 warga Lobar sampai Desember,” pungkasnya.