Dukcapil Minta Pemadaman Listrik Hendaknya Setelah Jam Kantor

Suasana pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, meminta agar PLN melakukan aktivitas pemadaman listrik setelah jam kantor selesai, agar tidak mengganggu pelayanan.

“Pemadaman listrik saat jam kerja sangat mengganggu pelayanan dan berpengaruh terhadap server kita,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mataram Chairul Anwar di Mataram, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi kondisi pemadaman listrik bergilir yang diterapkan PLN, karena sedang melakukan proses perbaikan mesin.

Ia mengatakan, khusus untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditangani, merupakan OPD pelayanan dasar, dimana masyarakat yang datang ke Disdukcapil membutuhkan pelayanan yang cepat.

“Oleh karena itu, kami mohon PLN bisa melakukan pengecualian atau pengaturan waktu pemadaman bagi untuk OPD-OPD pelayanan agar proses pelayanan bisa tetap berjalan normal,” katanya.

Sementara menyinggung tentang peningkatan permohonan dokumen kependudukan terkait dengan dibukanya formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019, Chairul mengatakan, semua proses pelayanan kependudukan bagi pelamar tidak ada masalah.

Jumlah pemohon dokumen kependudukan masih stabil, namun yang meningkat adalah permohonan untuk pengesahan dokumen kependudukan seperti untuk pengesahan KTP dan kartu keluarga (KK).

“Dalam sehari jumlah pemohon pengesahan dokumen mencapai di atas 50 pemohon,” katanya.

Namun demikian, hal itu sudah diantisipasi jauh-jauh hari sehingga untuk pelayanan pengesahan itu, telah disiapkan loket khusus dan ditandatangi oleh pejabat di bidang masing-masing.

Hal itu sebagai upaya untuk mempercepat proses pelayanan, sehingga pengesahan tidak dilakukan sampai ke tingkat Kepala Dinas. “Tanggung jawab pengesahan kita serahkan ke masing-masing bidang,” katanya.

Selain itu, Disdukcapil juga telah menyiapkan tenda bagi masyarakat sebagai upaya antisipasi apabila ruang tunggu di dalam penuh, masyarakat bisa menunggu di bawah terop yang telah disiapkan.

“Insya Allah, untuk pelayanan tidak ada kendala. Kendala kita hanya saat listrik mati ketika proses pelayanan berlangsung,” ujarnya. (Ant)