Ekspor Gula Semut Lobar Terkendala Administrasi Internasional

Proses produksi di IKM LBS Mandiri Langko, Lombok Barat. Selasa (04/08/2020). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengakui bahwa terdapat banyak UKM dan IKM di Lombok Barat. Salah satunya seperti IKM gula semut yang dirasa sudah mampu untuk memasuki pasar internasional.

Mereka dirasa sudah mampu untuk melakukan ekspor, terlebih lagi jika dilihat dari maksimalnya proses produksi. Disaat program JPS Mantap dari Pemda Lobar dapat menyerap sebesar 9,5 ton gula merah yang berhasil diproduksi dalam waktu hanya 18 hari. Itu menjadi salah satu tolak ukur bahwa IKM ini dinilai dapat memproduksi yang lebih banyak lagi dan mampu untuk melakukan ekspor.

Namun yang menjadi salah satu kendala untuk memasuki pasar internasional kata Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid pada Kamis (06/08/2020) lalu, di Gerung yaitu adanya aturan tertentu.

“Hambatannya itu karena adanya peraturan harus membuat sertifikat organik, dan itu mahal dan hanya berlaku setahun, ” bebernya.

Karena yang berhak mengeluarkan sertifikat tersebut adalah organisasi internasional. Sehingga ini yang dirasa mempersulit UKM dan IKM untuk bisa memasuki pasar internasional.

Namun di satu sisi, pemda Lobar berencana untuk memperlebar pasar UKM dan IKM lokal. Pemda akan memfasilitasi kerjasama dengan Bank Indonesia untuk memberi fasilitas kepada para pelaku UKM.

Selain itu, Pemda juga berencana menjalin kerjasama dengan asosiasi internasional untuk memperlebar pemasaran produk UKM dan IKM.

“Bahkan sebenarnya pada bulan Februari lalu kita ada rencana untuk MOU bersama SMITA”, ungkap Fauzan.

Dimana SMITA ini, lanjut Fauzan, merupakan Asosiasi Perdagangan Internasional Usaha Kecil dan Menengah Malaysia. Tapi gagal karena terkendala covid-19.