Empat Terduga Provokator Diamankan Polisi saat Demo Mahasiswa NTB

Salah satu dari empat orang yang diduga sebagai provokator diamankan petugas kepolisian saat kericuhan aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (26/9/2019). (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah). 

Mataram (Inside Lombok) – Empat orang yang diduga sebagai provokator diamankan petugas kepolisian saat aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Kapolres Mataram AKBP, Syaiful Alam membenarkan empat orang diamankan personil kepolisian saat aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa yang berujung ricuh tersebut.

“Ada empat orang yang kita amankan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, empat orang yang diamankan tersebut, diduga merupakan provokator saat kericuhan terjadi. Karena, saat kericuhan berlangsung mereka bukan berasal dari kalangan mahasiwa.

“Mereka bukan mahasiswa makanya kita amankan untuk diperiksa lebih lanjut,” tegas
Syaiful Alam.

Dari pantauan Antara, aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Mataram yang dilangsungkan dari pagi hingga sore hari tersebut berujung kericuhan hingga tiga kali. Aksi lempar batu dan botol air mineral ke arah petugas kepolisian yang berjaga di Kantor DPRD NTB tersebut tidak terelakkan. Tindakan dari massa tersebut kemudian dihalau aparat kepolisian dengan tembakan gas air mata dan air dari mobil water canon.

Akibat dari tembakan gas air mata tersebut, massa aksi berlarian ke berbagai arah menghindari kepulan gas air mata.

Bahkan sejumlah mahasiswi terlihat ada yang pingsan hingga harus dilarikan oleh tim kesehatan menggunakan kendaraan ambulans ke rumah sakit.

Usai penembakan gas air mata, tak lama kemudian massa aksi kembali merapat ke depan Gedung DPRD NTB.

Nampak barikade keamanan yang pada awalnya berada di depan gerbang DPRD NTB, bergerak mundur ke dalam halaman. Namun penjagaan yang ada di sekitar pintu masuk Gedung DPRD NTB masih terus dilakukan.

Hingga petang ini aksi mahasiswa di Kantor DPRD NTB sudah berlangsung kondusif karena mahasiswa sudah tenang. Setelah itu, mahasiswa kemudian membubarkan diri. (Ant)