Enam Pejabat Eselon IIB Lobar Digeser

Lombok Barat (Inside Lombok) – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menggeser enam pejabat Eselon IIB di jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Ditmana pelantikannya dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan Rabu (25/11/2020) sore.

Pergeseran para pejabat ini dilakukan setelah melalui job fit beberapa waktu lalu. Enam pejabat eselon II yang digeser yaitu Rusditah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Lobar dilantik menjadi Asisten II bidang Ekonomi Pembangun.

H. Ahmad Saikhu selanjutnya menjabat sebagai Kepala Bappeda, meninggalkan jabatannya yang lama sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Sementara itu Suparlan kepala BKDPSDM Lobar dirotasi ke posisi Kepala Bapenda. Di mana jabatan yang ditinggalkannya saat ini masih dibiarkan kosong oleh Bupati.

Selain itu, M. Hendrayadi yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja, saat ini di geser menjadi Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok. Kemudian Kadisnaker Lobar saat ini diduduki oleh Muhammadiyah Yamil. Yang mana sebelumnya Yamil menjabat sebagai kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Kemudian untuk kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yang baru dijabat oleh H Abdul Manan, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli.

Secara Keseluruhan, ada 33 orang yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya.  Itu terdiri dari 27 orang jabatan fungsional dan para guru yang ada di Kabupaten Lombok Barat, sisanya ada 6 orang pejabat eselon II.

Dari pelantikan tersebut, saat ini terdapat tiga jabatan yang masih lowong. Yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyakarat Desa (PMD), Kepala BKDPSDM dan Staf Ahli.

Usai melantik, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid memberikan arahan kepada para pejabat dan guru yang dilantik yang diharapkan dapat memberikan kerja terbaiknya untuk Lombok Barat.

Secara khusus, dirinya menyampaikan beberapa hal terkait perencanaan tahun 2021. Dimana nanti pada tahun 2021 mendatang semua perencana 100 persen harus adopsi dari SIPD. Mulai dari bulan April semua program dari masing-masing OPD harus sudah masuk.

“Hal ini menuntut kesungguhan dan harus segera bekerja agar masuk secara resmi dalam APBD 2021,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga memberi atensi terkait kondisi PAD yang saat ini masih tersendat.

Ia meminta supaya para pejabat di lingkungan Pemkab Lobar dapat bekerja lebih giat lagi.

“Bila perlu perluas terobosan dan usaha untuk objek yang baru masuk PAD. Karena sumber PAD sudah umum tinggal upayakan berbagai terobosan yang harus dijalankan secara konsisten” pintanya.

Semua pejabat lain yang berkaitan dengan pelayanan publik, ia berharap supaya ke depan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Semuanya amat erat tugas dan fungsinya memberikan pelayanan, Jadi itu harus bisa lebih baik dan memuaskan masyarakat” tandasnya.

Bila perlu, lanjutnya, didaftarkan ISO supaya mendapatkan pengakuan dalam bidang pelayanan publik.