Gelombang Tinggi, Nelayan di Loteng Diminta Tak Melaut

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 TNI Doni Monardo. (FOTO ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Gelombang tinggi yang mencapai lebih dari dua meter di selat Lombok bagian utara dan selatan, selat alas bagian selatan serta samudera Hindia bagian selatan NTB. Ini diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan. Sehingga nelayan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diminta untuk tidak turun melaut dulu.

“Eskalasi gelombang di laut masih dua meter dan infonya lebih dari itu. Sehingga himbau masyarakat untuk hindari aktifitas di laut terutama nelayan. Tunda melaut”,kata PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Murdi, Minggu (31/5/2020) di Praya.

Dikatakan, gelombang tinggi di atas dua meter ini berbahaya untuk semua jenis kapal, baik kapal nelayan berukuran kecil hingga sedang.

“Tunggu cuaca bersahabat dulu baru turun melaut”,ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di pinggir pantai. Sehingga diharapkan masyarakat tidak mengunjungi objek wisata pantai dulu untuk beberapa hari ini.

Himbauan tersebut, lanjutnya bukan semata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Bukan hanya karena Covid-19 tapi juga aspek keselamatan jiwa”,imbuhnya.

Pemerintah, lanjutnya telah menutup semua objek wisata, termasuk wisata pantai. Sehingga diharapkan masyarakat bisa bekerjasama untuk tidak mendatangi pantai-pantai yang ada. Begitu pula nelayan yang ada, diharapkan untuk tidak ngeyel turun ke laut.