Gerakan Menanam Pohon Langkah Awal Menjaga Mata Air

101
Sekretaris Daerah Lotim bersama dengan ketua LP2H, saat melakukan penanaman pertama di areal sumber mata air, di Pringgasela, Minggu (22/11/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Gerakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pemerhati dan Pecinta Hutan (LSM LP2H) Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan gerakan menanam pohon di sumber mata air. Tujuannya untuk menjaga kelestariannya dengan tajuk ‘Ayo Selamatkan Bumi Kita’.

Dalam gerakan tersebut pihak LP2H menggandeng beberapa lembaga. Baik itu Lembaga independen, pemerintahan dan komunitas.

Ketua LSM LP2H, Sosiawan Putra mengatakan, melihat dari perkembangan pada saat ini debit air dari mata air sudah mulai berkurang. Maka dari itu, pihaknya berkomitmen kuat bagi setiap pegiat lingkungan untuk melakukan revitalisasi kawasan hijau disekitaran sumber mata air, salah satunya adalah dengan cara menanam pohon yang akan menjadi sumber air.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melindungi kawasan mata air dan juga mengurangi resiko banjir yang kemungkinan bisa terjadi ketika musim penghujan tiba,” ucapnya Sosiawan kepada Inside Lombok yang sekaligus menjadi ketua penyelenggara, Minggu (22/11).

Dengan adanya revitalisasi daerah aliran sungai tersebut, pihaknya berharap mampu untuk menjaga debit air pada masa yang akan datang. Adapun jenis pohon yang ditanam pada lokasi mata air seperti Beringin, Sengon, Jambu Mete, Mahoni dan Durian.

“Tanaman tersebut cocok untuk wilayah sekitar dan mampu bertahan dalam kondisi kering selain bisa jadi peneduh jenis tanaman ini juga sangat cepat tumbuh,”cetusnya.

Dalam kesempatan ini pula, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), M Juaini Taofik memberikan apresiasi kepada pemerakarsa dan seluruh pihak yg berperan atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam upaya melestarikan lingkungan seperti dengan menanam pohon pada sumber mata air.

“Kita sangat apresiasi langkah tersebut dalam upaya melestarikan alam dan revitalisasi bumi,” ujarnya kepada Inside Lombok.

Dikatakan Sekda, perubahan iklim dan Covid-19 sama-sama mempunyai efek yang besar bagi kehidupan manusia. Faktanya, lanjut Sekda, hampir 50 persen mata air kita mengalami kekeringan dulu 520 mata air sekarang tinggal 220an.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) , Lalu Muliadi mengatakan, langkah tersebut merupakan awal dalam melestarikan alam dan revitalisasi bumi tersebut sangat bagus terlebih debut air yang ada di Lotim saat ini menyusut drastis.

“Dengan langkah ini bagaiman sumber resapan air di sumber mata air ini tetap terjaga, jangan sampai terjadi degradasi lingkungan,” ucapnya.

Dikatakan Muliadi, keterbatasan pihak DLHK dalam dalam melindungi sumber mata air sangat butuh bantuan dari masyarakat, seperti penanam pohon di lokasi sumber mata air, pihaknya bekerjasama dengan berbagai lembaga dan organisasi pecinta alam, salah satunya yaitu LP2H NTB.

“Sangat terbantu sekali dengan gerakan ini, ke depan kita dengan LP2H akan tetap lakukan penanaman pohon di sumber mata air yang ada di Lombok Timur,” imbuhnya.