Gubernur NTB Dorong Inovasi Baru Untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah mendorong lahirnya inovasi baru untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Munculnya inovasi demi inovasi merupakan salah satu syarat dari terwujudnya bangsa yang maju. Ide dan terobosan baru dalam menghadapi tantangan di tengah masyarakat begitu dibutuhkan demi menghadirkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik. Namun, inovasi merupakan suatu proses dan perjalanan panjang yang tentunya butuh pengorbanan. Inovasi juga suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan,” kata Zulkieflimansyah saat menjadi pembicara pada Webinar Nasional Manajemen Inovasi (SEMAI) Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa, Senin.

Gubernur menyampaikan kehadiran inovasi begitu dibutuhkan, sehingga daerah mampu memiliki daya saing di berbagai sektor. Menurutnya, ada tiga hal yang dapat mewakili daya saing, yakni cheaper (lebih murah), faster (lebih cepat) dan better (lebih baik).

“Inovasi ini kata yang gampang diucapkan, gampang disampaikan, tapi sebenarnya tidak banyak yang memahami dengan benar,” ujarnya.

Keterlibatan teknologi kemudian menjadi hal yang disoroti Gubernur NTB. Inovasi dinilai begitu identik dengan hadirnya teknologi. Teknologi ini akan memudahkan berbagai proses bisnis dan produksi, terutama di era moderen seperti sekarang.

“Karena itu, salah satu syarat untuk mencicipi kesejahteraan dan sukses dalam ekonomi yang terbuka adalah menghadirkan teknologi sebagai aktor utama dalam pembangunan,” ucap Zulkieflimansyah.

Inovasi di tiap sektor juga berbeda-beda. Untuk itu, ia menekankan bahwa manajemen inovasi di masing-masing sektor haruslah dikelola dan direncanakan dengan sebaik-baiknya.

Meski demikian, lanjutnya, inovasi memang selalu diawali dengan ketidakpuasan, kegaduhan, bahkan kegagalan. Dari kesalahan-kesalahan tersebut ada proses pembelajaran di dalamnya atau yang biasa disebut learning by doing.

“Saya sering mengatakan bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Inovasi itu adalah sebuah perjalanan panjang dan oleh karena itu, untuk melakukan inovasi dibutuhkan suatu keberanian ekstra untuk berani melangkahkan kaki atau langkah yang pertama itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI ) Wilayah VIII Prof I Nengah Dasi Astawa yang juga ditunjuk sebagai pembicara memberikan motivasi dan harapan, khususnya kepada perguruan tinggi di NTB.

Inovasi di lingkungan kerja civitas akademika berbasis manajemen disebutnya harus ditumbuhkan mulai dari sekarang, sehingga inovasi demi inovasi dapat terus dihadirkan.

“Kita harus melakukan inovasi tiada henti, sekecil apapun, sesederhana apapun, inovasi itu yang penting ada nilai gunanya,” ujarnya.

Anak-anak muda pun diminta agar terus inovatif, progresif dan tentunya produktif, terutama di zaman sekarang, anak muda diwajibkan mampu mengikuti arus perkembangan zaman.

“Jadi kalau anak muda tidak inovatif, kreatif dan produktif nanti digilas oleh zaman,” kata Dasi Astawa.

Ia kemudian mengajak setiap perguruan tinggi agar dapat menjadi inovator, inisiator, fasilitator, mediator, komunikator, motivator dan juga promotor.

“Perguruan tinggi juga diharapkan dapat menjadi kiblat dari masyarakat dalam berinovasi,” katanya. (Ant)