Gugus COVID-19 Mataram Kooperatif Keluarkan Rekomendasi Kampanye

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tetap kooperatif mengeluarkan rekomendasi izin pelaksanaan kampanye kandidat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram tahun 2020.

“Kami tetap kooperatif memberikan rekomendasi izin pelaksanaan kampanye dan sampai saat ini tidak ada yang saya tolak,” kata Wali Kota Mataram sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Selasa.

Rekomendasi izin pelaksanaan kampanye tersebut menjadi syarat untuk pengajuan izin STTP (surat tanda terima pemberitahuan) kampanye dari kepolisian. STTP mutlak dikantongi pasangan calon setiap melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun.

Wali kota mengatakan kebijakan memberikan izin pelaksanaan kampanye sepenuhnya ada di pihak kepolisian.

Walaupun tim gugus sudah keluarkan rekomendasi dan diperkirakan peserta sesuai permohonan maksimal 50 orang tapi jika kondisinya tidak memungkinkan, bisa saja pihak kepolisian tidak mengizinkan.

“Sampai hari keempat pelaksanaan tahapan kampanye, izin rekomendasi sudah ada masuk dan sudah saya setujui. Kalau terkait masalah di lapangan itu bukan kewenangan kita,” katanya.

Sementara menyinggung tentang izin cuti kampanye, wali kota mengatakan, sampai saat ini belum memikirkan untuk cuti dan menjadi juru kampanye (jurkam) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mataram yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020, untuk Partai Golkar Kota Mataram.

“Apalagi saya tidak masuk dalam tim pemenangan. Jadi belum terpikirkan,” katanya.

Dikatakan, belum adanya keputusan yang diambil terhadap masalah politik tersebut karena saat ini masih fokus menyelesaikan pekerjaan di akhir jabatannya pada periode kedua.

Karena itu, keperluan untuk kegiatan cuti kampanye dan menjadi jurkam akan dilihat sesuai dengan kondisi dan situasi ke depan.

“Tapi saya rasa, sudah tidak mesti saya kampanye sebab mereka (paslon-red) sudah memiliki tim. Kalaupun saya turun, mungkin sebatas mengamankan sebagai wali kota,” kata Ahyar yang sampai saat ini masih menjadi kader Partai Golkar Kota Mataram. (Ant)