Guru Berprestasi di Lotim Dapat Hadiah Umrah

33
Pemberian piagam dan hadiah umrah kepada para guru, Jumat (13/05/2022). (Inside Lombok/PKP Setda Lotim)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HPN) 2022, Pemkab Lotim berikan hadiah umrah kepada para guru yang telah lolos menjalani seleksi guru berprestasi.

Pada kesempatan tersebut diserahkan pula penghargaan kepada guru berprestasi tingkat kabupaten Lombok Timur. “Sebanyak 10 guru kita berikan piagam dan hadiah umrah, hal ini untuk terus melecut semangat para guru untuk mendidik putra-putri bangsa,” ujar Sekda Lotim, M Juaini Taofik.

Usai upacara sejumlah siswa SD dan SMP mempertunjukkan kolaborasi Tari Kolosal Profil Pelajar Pancasila dengan Gendang Beleq. Siswa-siswi tersebut adalah siswa Sekolah Penggerak SD dan SMP Kabupaten Lotim di bawah asuhan Forum KSSP SD dan SMP.

Koreografi Tari Kolosal Profil Pelajar Pancasila ini menjadi pengingat sekaligus menguatkan nilai-nilai Pancasila, tidak hanya pada tataran pendidikan melainkan juga di masyarakat luas.

Selain itu, Sekda juga membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim bahwa Kurikulum Merdeka merupakan salah satu upaya memudahkan para guru dan murid di masa pandemi. Hal ini dinilai telah mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.

Disebutnya, Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Artinya, ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

Keberadaan asesmen nasional yang mengurangi kekhawatiran siswa digunakan sebagai refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, dan memudahkan siswa menghadapi tes kelulusan. Kemerdekaan itu disebut pula dinikmati seniman dan pelaku budaya yang tak henti menggelorakan semangat dengan bangkit dan mulai berkarya.

Hal tersebut dinilai berkat kegigihan seluruh insan pendidikan melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya, tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi dan terus menggerakkan pemajuan kebudayaan semakin meningkat.

Apa yang dirasakan siswa, guru, serta seniman juga dirasakan oleh orang tua, serta sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20. Kepada para penggerak Merdeka Belajar, Menteri mengingatkan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Karena masih banyak tantangan ke depan. (den)