Hadapi Abrasi di Ampenan, Kecamatan Ampenan Harapkan CSR untuk Buat Tanggul dari Ban Bekas

Camat Ampenan, Muzakkir Walad. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Abrasi pantai masih menghantui masyarakat yang tinggal di pesisir, salah satunya di Bintaro, Kecamatan Ampenan. Pemecah gelombang menggunakan karung berisi pasir yang dilakukan selama ini tidak bertahan lama. Kali ini, Kecamatan Ampenan akan mencoba menggunakan ban bekas atau disebut dengan istilah ban insang.

Camat Ampenan, Muzzakir Walad mengatakan konsep pemecah gelombang menggunakan ban bekas ini akan coba dipraktikan di Bintaro secara bertahap. Untuk tahap pertama sepanjang 200-300 meter di wilayah yang memiliki risiko cukup tinggi ketika terjadi gelombang pasang.

“Ya sekitar 500 ban cukup itu. Itu nanti dibagi dua dan susun empat dan tingginya sekitar dua meter,” katanya.

Penggunaan ban bekas ini dinilai efektif dan mempermudah nelayan ketika akan menurunkan perahunya. Menurutnya, dengan kondisi tanggul yang saat ini para nelayan harus mengangkat perahunya baik ketika akan turun melaut maupun pada saat parkir.

“Kalau di Pantai Ampenan dengan kondisi sekarang kan mereka harus angkat. Belum lagi benturan sama batu dan rusak perahu nelayan,” ucapnya.

Cara ini, lanjut Muzakkir, sudah dipraktekkan di beberapa daerah pesisir di Indonesia. Karena dinilai cukup efektif, Kota Mataram akan mulai mencoba untuk mengantisipasi abrasi ketika cuaca ekstrem terjadi.

“Ini sudah dipraktekkan di beberapa daerah. Cukup efektif dia. Karena nanti ban itu akan diikat ujung-ujungnya. Dibuatkan tiang untuk menahan,” ujarnya.

Program ini akan direalisasikan tahun ini. Ia mengharapkan, ada CSR yang bisa diberikan oleh perusahaan yang ada di Kecamatan Ampenan salah satunya Pertamina untuk membantu membeli ban bekas. Karena upaya pembuatan tanggul ini akan dilakukan sepanjang 2 kilometer.

Cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir tahun 2022 lalu, mengakibatkan puluhan rumah warga yang tinggal di pesisir rusak. Di Ampenan khususnya Bintaro terdapat dua rumah warga rusak akibat dihantam gelombang. Sehingga diharapkan dengan pemasangan tanggul dari ban bekas ini bisa meminimalisir kerusakan karena gelombang tinggi. (azm)