Harusnya Belajar di Rumah, Anak-anak Asal Lobar Ini Malah Jualan di Loteng

Anak-anak dan orang tua yang berjualan asongan diamankan petugas belum lama ini. (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kebijakan meliburkan sekolah yang diterapkan oleh pemerintah daerah nyatanya tidak membuat semua anak-anak berdiam diri di rumah. Belum lama ini, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengamankan beberapa orang pedagang asongan yang masih berusia anak-anak yang berjualan di simpang empat lampu merah di kota Praya. Anak-anak tersebut berasal dari Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

“Kita sudah melakukan razia kemarin. Kita amankan anak-anak semuanya dari Lombok Barat”, kata Kepala Dinas Sosial
Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Sri Hastuti Handayani, Selasa (12/05/2020).

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Satuan Polisi Pamong Praja Lobar untuk penanganan lebih lanjut terhadap pekerja anak tersebut. Dia mengatakan, razia terhadap pekerja anak ini sudah sering dilakukan pihaknya.

Anak-anak yang diamankan pun seringkali anak yang sama. Setelah diamankan, mereka berhenti berjualan hanya berselang sekitar satu atau dua pekan kemudian kembali lagi ke jalanan.

“Sudah sering dirazia. Sampai mereka hapal rupa mobil saya. Kita tidak bisa sanksi tegas karena itu anak Lobar”, ujarnya.

Beberapa titik yang dijadikan tempat berjualan anak-anak pedagang asongan diantaranya adalah simpang empat depan Kodim dan simpang empat depan kampus IPDN Praya. Berdasarkan penelusuran pihaknya, ada pihak yang sengaja memobilisasi anak-anak tersebut untuk berjualan.

“Dia titip mobilnya di kantor DPC Golkar di depan Kodim,” ujarnya.

Dia juga menilai bahwa aktivitas jualan tersebut hanya tameng untuk menarik perhatian pengendara untuk memberikan mereka uang.

“Itu hanya tameng saja. Biar kasihan bahkan ada yang hanya kasih uang tanpa membeli dagangannya,” lanjut Sri.

Namun, apapun alasannya anak-anak tersebut tidak boleh berada di jalanan apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.