IATC dan WSBK Sukses, Mandalika Siap Sambut MotoGP

105
Rapat analisa dan evaluasi event WSBK dan IATC Jum'at (26/11). (Inside Lombok/ist)

 

IMG 20211126 WA0015
Rapat analisa dan evaluasi event WSBK dan IATC Jum’at (26/11). (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) — Suksesnya gelaran IATC dan WSBK 2021 di NTB menjadi bahan evaluasi bersama. Khususnya untuk menyiapkan Mandalika sebagai tuan rumah perhelatan MotoGP pada Maret 2022 mendatang.

“Alhamdulillah penyelenggaraan IATC dan WSBK di Mandalika berjalan dengan lancar dan bisa dikatakan sukses. Meskipun masih ada kekurangan-kekurangan kecil, insyaAllah bisa kita benahi bersama sebagai bentuk kesiapan kita menjadi tuan rumah pada perhelatan MotoGP tahun depan di Sirkuit Mandalika,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, Jumat (26/11).

Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan dua event internasional tersebut merupakan sebuah prestasi. Mengingat ini merupakan kali pertama NTB menjadi tuan rumah ajang balap berskala internasional.

“Pengalaman pertama adalah nilai pencapaian kita yang berada di atas rata-rata melebihi apa diharapkan,” tuturnya. Gita juga menambahkan bahwa Pemprov NTB sedang berupaya untuk mengendalikan berbagai agenda nasional yang rencananya akan diselenggarakan di NTB. Namun berdekatan dengan event MotoGP 2022.

“Pemprov sedang berusaha untuk mengendalikan agenda-agenda nasional yang akan diselenggarakan di KEK Mandalika. Jadi, kita bisa fokus untuk mempersiapkan dengan matang perhelatan MotoGP 2022 tanpa adanya gangguan yang berarti,” tutupnya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal menyatakan kesiapan dari tim keamanan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanannya. Antara lain dengan belajar dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada pada saat event IATC dan WSBK 2021 berlangsung.

“Kita akan terus berusaha meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan untuk masyarakat, karena kita benar-benar semangat dan insyaallah siap melaksanakan perhelatan MotoGP pada Maret 2022 mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ada tiga variabel yang telah berhasil dilakukan. Antara lain sebelum penyelenggaraan, saat event berlangsung, maupun pasca diselenggarakannya IATC dan WSBK.

“Ada tiga variabel yang sudah kita lakukan, yaitu terkait dengan sengketa lahan, pelaksanaan protokol kesehatan, serta pengamanan yang luar biasa. Hal tersebut tentunya akan terus kita benahi agar perhelatan MotoGP 2022 di NTB semakin berkualitas,” jelas Iqbal. (azm)