Investor Korea Lirik Investasi Energi Terbarukan di NTB

40
Kepala DPMPTSP NTB, Muhammad Rum (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Provinsi NTB semakin dilirik para investor luar negeri untuk menanamkan modal mereka. Dengan banyaknya potensi investasi yang bisa digarap, baru-baru ini investor asal Korea datang ke NTB meninjau potensi investasi di sektor energi terbarukan.

“Kemarin ada pertemuan dengan investor asal Korea. Mereka akan membuat PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Sedang dicoba karena izin investasi pembangunan PLTS harus ada PPA (Power Purchase Agreement),” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Muhammad Rum, Selasa (17/5).

Kendati, mengingat sektor investasi tersebut berkaitan dengan green energy atau energy hijau, maka proses yang dibutuhkan relatif lebih lama dan panjang. Karena di NTB sektor tambang seperti batu bara dan smelter sudah lebih dulu dilakukan.

“Untuk itu perlu perencanaan yang matang agar investasi sektor energi yang ramah lingkungan ini bisa terealisasikan,” katanya.

PPA sendiri merupakan perjanjian jual beli tenaga listrik, di mana kontrak antara pemerintah dan perusahaan utilitas swasta. Perusahaan swasta tersebut setuju untuk sumber listrik lainnya, untuk instansi pemerintah dalam jangka waktu yang lama.

Melihat kondisi tersebut, sedang diupayakan apakah pembangunan PLTS bisa dilakukan di Kawasan Mandalika. Agar energi di kawasan tersebut tidak perlu bergantung lagi dari PLN, meski belum memiliki PPA.

“Kendalanya mereka belum punya PPA sehingga di arahkan ke Mandalika karena kawasan yang sudah lebih dulu menggunakan banyak energi,” terangnya.

Sementara terkait investasi lain yang direncanakan pada 2022, yakni pembangunan hotel atau resort yang dilakukan oleh investor asal Polandia. Hal ini sebagai bagian dari pengaruh adanya sirkuit Mandalika Lombok Tengah yang beberapa waktu menggelar event dunia. Di mana hal tersebut sebagai pemicu menarik investor-investor baru untuk masuk berinvestasi.

“Karena NTB punya pemicu baru di mana 1-2 tahun ini Mandalika punya gelaran internasional seperti MotoGP dan juga MXGP sebagai daya tarik untuk menarik investor masuk ke NTB,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemprov NTB menargetkan realisasi investasi sebesar Rp15,3 triliun pada 2022. Agar dapat terealisasi pemerintah mempercepat realisasi pembangunan di sektor yang sudah lebih dulu mendapat perizinan. Pasalnya hingga triwulan I 2022 ini hanya ada beberapa capaian realisasi investasi NTB

“Sebab nilai realisasi yang terhitung adalah biaya konstruksinya, itu kita dorong percepatannya,” ujarnya. (dpi)