ITDC Lakukan Penyemprotan Disinfektan Untuk Cegah Virus Corona

Salah seorang petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di destinasi wisata yang dikelola PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Lombok Tengah (Inside Lombok) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebagai upaya mendukung pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) baik di lingkungan kerja maupun destinasi pariwisata yang dikelolanya, Rabu.

Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan di Lombok Tengah, NTB mengatakan penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di lingkungan kerja dan destinasi wisata seperti Mandalika, Nusa Dua dan Jakarta. Selain penyemprotan, ITDC juga telah melakukan sejumlah sosialisasi terkait virus corona dan cara pencegahannya kepada karyawan dan menyusun protokol pencegahan dan penanganan kasus jika terjadi.

“ITDC juga menyediakan hand sanitizer yang dapat diakses setiap saat oleh karyawan, melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor, serta menerapkan kebijakan Work from Home dalam satu minggu sejak 16 Maret 2020 di ketiga kantor wilayah ITDC yaitu di Jakarta, Nusa Dua, dan Mandalika,” ujarnya.

Sedangkan untuk pihak eksternal, kata Ngurah, ITDC secara kontinu melakukan sosialisasi pencegahan melalui media luar (banner, spanduk) yang dipasang di area-area publik di dalam kawasan Nusa Dua dan Mandalika, serta melalui media sosial perusahaan. Di dalam kawasan sendiri, ITDC juga telah secara proaktif melakukan program pencegahan penyebaran virus Covid-19 dengan menyiapkan hand sanitizer di sejumlah lokasi fasilitas umum, serta melakukan penyemprotan disinfektan di area publik dan fasilitas umum, seperti di pintu masuk, toilet dan common area, dan kawasan Bali Collection di The Nusa Dua, serta Balawista, beach facility di Kuta Beach Park, dan Masjid Nurul Bilad di The Mandalika.

ITDC juga telah menyiapkan protokol penanganan tamu yang berkunjung ke kantor ITDC di dalam kawasan dengan mewajibkan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap tamu dan cuci tangan sebelum memasuki lokasi kantor.

“Rangkaian kegiatan pencegahan ini kami lakukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menghambat penyebaran virus corona serta melindungi pegawai/karyawan, pengunjung maupun masyarakat di lingkungan kawasan pariwisata yang dikelola ITDC, dari risiko-risiko yang mengancam kesehatan. Kami juga meminta para pengunjung di dalam kawasan dan masyarakat sekitar kawasan untuk secara tertib menerapkan social distancing yang dapat membantu menghindarkan kita dari paparan virus,” jelasnya.

Sebagai pengelola kawasan pariwisata, ITDC kata Ngurah, pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran yang mengimbau tenant di dalam kawasan The Nusa Dua dan The Mandalika untuk melakukan kegiatan preventif seperti pemeriksaan suhu tubuh para pengunjung yang datang ke hotel/restoran/tempat usaha lainnya, membagikan masker kepada para tamu atau pengunjung yang berkunjung, menyediakan hand sanitizer di beberapa lokasi yang mudah dijangkau untuk umum, serta mengadakan sosialisasi dan penyuluhan terkait pencegahan covid–19 di lingkungan kerja masing-masing.

ITDC juga mendorong tenant untuk melaksanakan kegiatan kebersihan secara rutin di dalam bangunan/lingkungan hotel/restoran/tempat usaha lainnya, menyiapkan “crisis center” sebagai tempat

pengaduan pengunjung/tamu jika diiindikasi ada gejala di luar kondisi normal, melakukan mitigasi jika ada suspect dan membawa ke rumah sakit terdekat, serta melakukan monitoring berkala dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

“Saat ini, Nusa Dua dan Mandalika masih beroperasi dan berjalan normal. Kegiatan konstruksi di Mandalika pun terus berlangsung secara normal dan berjalan sesuai timeline yang sudah ditetapkan. Dengan antisipasi yang kami lakukan bersama pemangku kepentingan lainnya, kami berharap destinasi pariwisata yang kami kelola dapat steril dari penyebaran virus Covid-19 sehingga dapat memberikan ketenangan bagi pengunjung dan petugas yang beraktivitas dalam kawasan. Kami berharap virus corona dapat segera diatasi sehingga industri pariwisata tanah air dapat kembali bergerak dan memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia,” katanya. (Ant)