Jabat Kapolda NTB yang Baru, Ini Target Brigjen Pol Nana Sujana

978
Brigjen Pol Nana Sujana (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Upacara Pisah-Sambut antara mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Irjen Pol Achmat Juri, dengan Kapolda NTB yang baru, Brigjen Pol Nana Sujana dilaksanakan di Lapangan Gajah Mada Polda NTB, Jumat (03/05/2019).

Ditemui sesuai gelar upacara, Nana menerangkan kepada wartawan beberapa target yang ingin dicapainya selama menjabat sebagai Kapolda NTB untuk kedepannya. Target itu disebutnya sebagai hasil dari masukan-masukan yang diterimanya ketika diputuskan akan dipindahtugaskan menjadi Kapolda NTB dari jabatan sebelumnya sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri.

Salah satu target Nana dalam masa-masa awal jabatannya ini adalah untuk mengawal secara maksimal proses rehabilitasi pascagempa di Lombok dan Sumbawa. Nana menyebut bahwa dirinya merasa prihatin atas hal tersebut.

Selain itu, Nana juga sempat menerima laporan bahwa NTB merupakan daerah yang rentan dengan terjadinya konflik sosial. Untuk itu Nana menyebut bahwa pihaknya akan mencoba untuk mensinergikan seluruh pihak terkait agar dicapai solusi dalam mencegah konflik sosial berkelanjutan.

“Jangan sampai kemudian konflik sosial ini berkelanjutan. Jadi harus diakhiri. Selama masih bisa ada solusi, saya kira kita akan mampu menyelesaikan ini,” ujar Nana.

Masalah terorisme dan radikalisme juga menjadi pokok perhatian Nana. Menurut nana, beberapa masukan yang diterimanya menyebutkan bahwa NTB memiliki potensi dimasuki ataupun melahirkan paham-paham radikalisme sampai dengan terorisme.

“Kami akan melakukan langkah-langkah berupaya untuk menanggulangi terkait dengan terorisme tersebut,” ujar Nana.

Nana juga menyingung masalah Pemilu 2019 yang sudah berjalan di seluruh daerah di Indonesia, termasuk NTB. Nana menerangkan bahwa dalam 3 tahun terakhir sejak 2017 sampai dengan tahun 2019 secara umum masyarakat Indonesia melewati tahun politik. Setelah melewati masa-masa pengamanan kampanye dari peserta Pemilu 2019, saat ini pengamanan difokuskan pada tingkat KPU yang sedang melakukan penghitungan suara hasil pemilu tersebut.

“Polri maksimal ya, untuk mengamankan KPUD dari gangguan-gangguan siapapun yang mengganggu. Akan kita upayakan pengamanan maksimal. Dalam hal ini kami dibantu TNI kemudian dari beberapa instansi lain,” tegas Nana.

Beberapa kasus yang telah menjadi atensi nasional juga tidak luput dari perhatian Nana, yaitu kasus korupsi dan peredaran narkoba. Terkait masalah korupsi Nana menyebut bahwa pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan pemberantasan korupsi. Sedangkan untuk kasus peredaran narkoba, Nana dalam waktu dekat berencana mengumpulkan seluruh pejabat utama terkait untuk menyusun strategi pemberantasa peredaran narkoba.

“Dalam waktu dekat saya mau mengumpulkan pejabat utama: para Kapolres (supaya) berantas tuntas. Saya harapkan tidak main-main (dengan) perkembangan peredaran narkoba di NTB ini,” pungkas Nana.