Jadi Sorotan Dewan, Data Vaksinasi Warga Lobar Diduga Tercatat di Kota Mataram

90
Wakil ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha. (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kalangan DPRD Lobar soroti rancunya data capaian vaksinasi Lobar yang disinyalir banyak masuk ke Kota Mataram.

Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha meminta pihak terkait untuk segera melakukan pembenahan dan pemutakhiran data. Ia berharap persoalan ini ke depannya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi.

“Karena persoalan data yang sering kali bermasalah ini tidak hanya terkait data vaksinasi. Tapi juga data bantuan dan segala macam” ketus Adha saat dimintai tanggapan, Senin (01/11/2021).

Ia justru heran melihat amburadulnya pendataan vaksinasi tersebut di lapangan. Menurut dia, seharusnya di manapun warga mengikuti vaksinasi, data warga harus tetap sesuai dengan yang ada pada KTP yang bersangkutan. Terlebih, penginputan data vaksinasi dilakukan secara online.

“Di data adminduknya kan sudah jelas kalau memang itu warga Lobar. Mau di manapun dia divaksin,” ujarnya. Untuk dapat memastikan data capaian vaksinasi Lobar, pihak terkait diminta segera melakukan validasi.

Selain itu, Adha juga turut menyoroti vaksinasi lansia yang belum mencapai target. Hingga menyebabkan Lobar justru kembali ke PPKM level 2. Termasuk dalam hal ini, dijelaskannya, ada banyak persoalan data lansia yang belum sinkron dalam adminduk.

“Begitu pun juga pendekatan lansia ini jelas harus berbeda dari vaksinasi warga yang lain. Karena pelayanan untuk lansia harus lebih didekatkan dan mendapat perlakuan khusus,” tegas politisi perempuan dari PKS ini. Terlepas dari itu, ia mengaku sangat mengapresiasi kerja keras tim vaksinator dalam upaya percepatan vaksinasi ini.

Terpisah, Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. H. Ahmad Taufik Fathoni sempat menyebutkan bahwa kendala yang menyebabkan progres vaksinasi di Lobar terkesan lamban lantaran banyak data warga Lobar yang sudah tervaksin justru masuk dalam data capaian vaksinasi Kota Mataram.

“Sebenarnya warga Lobar yang sudah tervaksin itu lebih dari 70 persen. Tapi secara aplikasi, capaian keseluruhan vaksinasi Lobar baru 67 persen” bebernya.

Banyaknya kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemprov NTB disebut Fathoni membuat capaian vaksinasi Lobar masuk dalam capaian Kota Mataram. Sehingga sekitar 30 ribu warga Lobar yang sudah tervaksin tidak tercatat di Lobar.

“Padahal kalau dipresentasikan, 30 ribu warga ini nilainya setara dengan lima sampai enam persen warga yang tervaksin,” tandas Fathoni