Jadi yang Pertama, Lobar Terima Jatah Vaksin Pfizer dari Provinsi

Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. H. Ahmad Taufik Fathoni, saat menunjukkan cairan untuk vaksin Pfizer. Selasa (12/10/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) -Lombok Barat menjadi daerah pertama di NTB yang kebagian jatah vaksin jenis Pfizer sebanyak 76.000 dosis. Stok tersebut ditujukan untuk percepatan dan pemerataan vaksinasi Covid-19 di Lobar.

“Itu baru hanya Lombok Barat yang memulai untuk Pfizer, karena stoknya diarahkan ke Lombok Barat,” ujar Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni saat ditemui di ruang penyimpanan vaksin Dikes Lobar, Selasa (12/10).

Diterangkan, vaksin jenis Pfizer sudah mulai digunakan daerah lain dengan kebutuhan vaksin tinggi sejak Agustus lalu. Tetapi karena daerah di Pulau Lombok secara umum dalam masa percepatan mencapai herd immunity, maka vaksin jenis ini baru didistribusikan ke NTB.

“Kalau Pfizer ini penyimpananya agak spesifik. Karena di Dikes provinsi disimpannya sampai di -50 sampai -70 derajat celcius,” jelas Fathoni. Kendati demikian, Dikes tingkat kabupaten diperbolehkan menyimpan vaksin tersebut di suhu -30 derajat celcius dengan masa penyimpanan yang tidak boleh lebih dari dua minggu.

Setelah vaksin dikirim ke tiap Puskesmas, penyimpanan juga diperbolehkan pada suhu -2 sampai -8 derajat celcius dengan batas waktu penyimpanan satu bulan. “Jika lebih dari satu bulan berarti tidak boleh digunakan” jelasnya.

Dikes Lobar pun saat ini telah mulai memberi sosialisasi kepada tiap puskesmas untuk penggunaan Pfizer. Terlebih jenis vaksin ini berbentuk bubuk sehingga perlu dicairkan oleh vaksinator terlebih dahulu. Hal itu sekaligus menyebabkan sosialisasi penggunaan vaksin membutuhkan waktu lebih lama.

“Jenis ini ada pengencerannya, karena bentuknya bubuk. Terus cairan yang harus diambil juga lebih sedikit,” jelas Fathoni. Cairan pengencer sendiri telah diterima sepaket dengan pengiriman stok vaksin tersebut.

Dari hasil koordinasinya, Kecamatan Kuripan menjadi daerah pertama yang sudah siap untuk penggunaan Pfizer. Bahkan Kuripan disebutnya sudah siap untuk menuntaskan dosis maksimal pada hari Sabtu mendatang.

“Jadi besok akan mulai digunakan di Kuripan. Kalau kebutuhannya 8.000 atau 10.000, itu akan kami fokuskan ke sana,” ujarnya. Fathoni memprediksikan stok vaksin jenis ini dapat habis dalam waktu satu minggu. Karena vaksinator belum terbiasa dan kesterilannya harus tetap terjamin, vaksinasi dinilai akan memakan waktu.

Fathoni menjelaskan bahwa efek samping vaksin tersebut tetap sama seperti vaksin Covid-19 jenis lainnya. Antara lain demam dan nyeri otot. Seluruh fasilitas kesehatan di Lobar pun sudah disiapkan untuk merespon ini. Sehingga selain vaksin jenis Sinovac dan AstraZeneca, masyarakat Lobar juga bisa memilih vaksin jenis Pfizer ini.