Jaga Ekosistem Perairan, 4000 Bibit Pohon Mangrove Ditanam di Pantai Blongsong

72
Penanaman 4000 bibit pohon mangrove di kawasan konservasi hutan bakau, Dusun Blongsong Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Jum'at (29/10/2021). (Inside Lombok/istimewa)
IMG 20211029 WA0029
Penanaman 4000 bibit pohon mangrove di kawasan konservasi hutan bakau, Dusun Blongsong Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Jum’at (29/10/2021). (Inside Lombok/istimewa)

Lombok Tengah (Inside Lombok) -Untuk menjaga ekosistem di perairan antara laut, pantai dan darat, sebanyak 4000 bibit pohon mangrove ditanam di pantai awasan konservasi hutan bakau, Dusun Blongsong, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Jumat (29/10).

“Ini untuk perbaikan ekosistem melalui penanaman pohon mangrove, guna melindungi lautan dari ancaman yang ditimbulkan akibat terjadinya perubahan iklim, serta ketidakseimbangan ekosistem alam,” ujar Komandan Kodim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan melalui Pasiter Kapten Inf. Anak Agung Gede Rai Budiana.

Penanaman mangrove sekaligus menjadi bagian program pelestarian alam dan lingkungan yang dicanangkan oleh Kodam IX/Udayana. Sehingga Kodim 1620/Loteng melalui program kerja bidang teritorial, menilai pentingnya bergerak sebagai agen perubahan untuk lingkungan yang lebih baik.

Salah satunya dengan membangun kesadaran masyarakat agar lebih mencintai kelestarian lingkungan dan alam. “Kami mengajak untuk bersama-sama menanam, merawat, menjaga dan memelihara tumbuhan mangrove,” ujarnya.

Hal ini juga sebagai wadah edukasi lingkungan hidup dan ekowisata masyarakat untuk lebih mencintai alam sekitar demi kebaikan di masa depan. “Pelestarian alam melalui hutan bakau di Pantai Blongsong, diharapkan bisa bermanfaat untuk disumbangkan bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” katanya.

Perlu disadari, bahwa pohon memiliki peranan yang sangat penting bagi makhluk hidup dan lingkungan. Begitu pula pada pesisir pantai, mangrove memiliki peran yang tidak kalah pentingnya di ekosistem sebagai habitat bagi beraneka ragam spesies yang tak terhingga jumlahnya.

Hutan Mangrove memiliki fungsi untuk mencegah intrusi air di laut, yaitu perembesan air laut yang masuk ke tanah daratan. Selain itu, hutan mangrove juga dapat mencegah erosi dan abrasi di pantai dari gempuran gelombang air laut dan lain sebagainya.

Terkait dengan kerentanan terjadinya bencana di wilayah, hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak terkecuali TNI AD. Dengan kondisi seperti ini, warga masyarakat diajak untuk ikut memberikan kontribusi peran, membantu peran TNI yang sejalan dengan salah satu tugas pokok TNI AD selain perang, yakni membantu Penanggulangan bencana alam.

“Salah satu hal yang menjadi kunci dalam penanggulangan bencana yaitu sinergi dari semua pihak terkait, termasuk warga masyarakat,” tandasnya.