Jalan Rusak Parah,  Warga Ancam Blokade Proyek By Pass BIL-Mandalika

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Habis sudah kesabaran warga di Desa Pengembur, Tanak Awu dan Tumpak Kecamatan Pujut  Lombok Tengah. Janji pemerintah daerah yang akan memperbaiki jalan kabupaten yang menghubungkan tiga desa tersebut tidak kunjung terealisasi. Sementara kerusakan jalan sudah parah.

Atas hal ini, belasan perwakilan warga dari  desa- desa tersebut menggedor Kantor Bupati Lombok Tengah yang ada di Jalan Raya Puyung, Senin (25/1/2021) siang.

“Pemerintah sudah berjanji tahun 2021 ini jalan penghubung antardesa ini diperbaiki. Tapi sampai sekarang ini tidak ada kejelasan sama sekali,”ujar koordinator aksi, Sadli.

Aksi demonstrasi berlangsung di depan Kantor Bupati Lombok Tengah dalam kondisi hujan. Massa aksi mendapat pengawalan dari puluhan aparat kepolisian dan juga personel Satuan Polisi Pamong Praja.

Sementara itu, Kepala Desa Pengembur, M. Sultan mengatakan, jalan penghubung Desa Tanak Awu-Pengembur-Tumpak sudah rusak parah. Hampir tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

Kerusakan ini diperparah lagi dengan mobilisasi dam truk pengangkut tanah urukan dari galian C yang ada di Desa Pengembur untuk pelebaran runway bandara dan juga pembangunan jalan by pass Bandara-Mandalika.

“Menurut pantauan kami, hampir 50 sampai 100 dam truk per jam per hari yang menggunakan jalan ini semenjak dimulainya pelebaran runway dan pembangunan by pass Bandara-Mandalika,”katanya.

Tanah urukan untuk kedua proyek tersebut sebagian besar memang diambil di Desa Pengembur. Sementara tidak ada Pendapatan Asli Desa (PADes) yang masuk ke desa. Di satu sisi, keamanan dan keselamatan jalan tidak diperhatikan oleh kontraktor dan luput dari pengawasan pemerintah daerah.

“Karena sekarang ini bukan lagi bentuknya jalan. Angka kecelakaan 20 orang per hari. Jalan itu akan semakin terpuruk dan tidak bisa dilewati. Selain korban kecelakaan , juga orang yang sakit tidak bisa lewat,”sambungnya.

Dia pun meminta pemerintah untuk turun langsung mengecek kondisi terkini jalan Tanak Awu-Pengembur-Tumpak kalau tidak percaya dengan apa yang disampaikan warga dalam aksi demonstrasi tersebut.

“Kalau tidak percaya, utus orang untuk cek lokasi dan lihat kondisi jalan dan galian C yang ada di sana,”katanya.

Atas hal ini pula, warga menuntut perbaikan jalan tersebut harus dilakukan tahun ini juga. Kalau tidak, warga mengancam akan memblokade jalan agar dam truk yang memuat material pembangunan jalan by pass Bandara-Mandalika dan runway Bandara tidak bisa lewat.

“Galian C di Desa Pengembur juga akan kami tutup kalau tidak ada perbaikan jalan, daripada jalan ini makin banyak makan korban. Dan kalau bisa setop saja pembangunan pusat. Bagaimana bisa proyek pusat aja yang jalan tapi masyarakat Lombok Tengah sengsara,”kata Sadli.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya menyampaikan kalau pembangunan jalan Tanak Awu-Pengembur-Tumpak memang pernah direncanakan untuk dibangun tahun ini.  Akan tetapi, pandemi Covid-19 membuat rencana tersebut tidak bisa terealisasi.

“Karena ada recofusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sehingga banyak rencana pembangunan jalan tahun ini tidak bisa dilakukan,”ujarnya.

Tahun ini, Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Lombok Tengah juga dipangkas. Sehingga pembangunan jalan yang bisa terealisasi tahun ini hanyalah pembangunan jalan yang sudah masuk usulan di tahun 2020 lalu.

Namun demikian, Kepala Desa Pengembur, M. Sultan sangat berharap pemerintah bisa memprioritaskan pembangunan jalan ini. Selain memang rusak parah, jalan penghubung tiga desa ini juga sangat strategis dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat Lombok Tengah.

“Sebagai jalan alternatif strategis menuju BIL dan daerah wisata ke desa Tumpak, Mekar Sari dan Selong Belanak,”katanya.