31.5 C
Mataram
Jumat, 14 Juni 2024
BerandaBerita UtamaJelang MotoGP, Mataram Siapkan 25 Ribu Rumah Warga Jadi Penginapan

Jelang MotoGP, Mataram Siapkan 25 Ribu Rumah Warga Jadi Penginapan

 

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram diminta menyiapkan 25 ribu rumah warga yang bisa dijadikan sebagai tempat penginapan pada saat event MotoGP 20 Maret mendatang. Pasalnya, ketersedian hotel dan tempat penginapan lainnya disebut belum mampu untuk mengakomodir para penonton.

“Jadi kan ini baru rapat awal dengan BUMN. Besok pagi kami akan rapatkan internal dengan camat lurah dengan stakeholder lain. Kira-kira dulu mana yang siap. Kesiapan kita mungkin tidak sebanyak yang mereka minta. Mereka minta 25 ribu di Mataram. Kan tidak mungkin kita siapkan segitu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram,H. Nizar Denny Cahyadi Rabu (12/1) di Mataram.

Ia mengatakan, pemda akan mencoba untuk menyiapkan sejumlah rumah warga yang akan dijadikan sebagai alternatif penginapan pada saat event berlangsung. Karena jumlah yang diminta oleh pihak BUMN diakui tidak bisa dipenuhi. Namun selain rumah warga, pemda juga akan menyiapkan kos-kosan yang tidak ada penghuninya.

“Tapi kita coba siapkan dulu beberapa yang ada beberapa yang siap. Termasuk kos-kosan yang kosong juga kita data besok,” katanya.

- Advertisement -

Pemanfaatan rumah warga sebagai alternatif penginapan bagi para penonton MotoGP Maret mendatang, merupakan peluang bisnis. Sehingga masyarakat bisa merasakan dampak dari kegiatan yang digelar tersebut.

“Ini peluang memang bagi masyarakat kita agar tidak lagi slogan seperti kemarin Sumbawa dapat apa. Dan sekarang Mataram dapat dan ini kita usahakan untuk Masyarakat,” ujarnya.

Adapun kriteria yang diwajibkan yaitu memiliki kamar dan tempat tidur, dan kamar mandi. Selain itu, diusahakan agar sekitar rumah penginapan tersebut tersedia warung makan sehingga memudahkan tamu.

“Yang jelas kewajiban itu ada kamar ada tempat tidur kemudian ada kamar mandi. itu yang paling wajib. Kemudian paling tidak ada rumah makan di sekitar itu,” ucap Denny.

Sementara untuk harga, dipastikan bisa lebih murah dengan hotel khususnya hotel non berbintang. Misalnya, jika harga penginapan di hotel non berbintang Rp125 ribu, maka tarif sewa di rumah warga bisa sekitar Rp75 ribu hingga Rp100 ribu.

“Harganya nanti kita sesuaikan dengan hasil rapat besok pagi. Kisaran harga mungkin dibawah harga hotel melati,” ungkanya Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram.

Denny menjelaskan, terkait program tersebut pihak camat dan lurah akan melakukan sosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga nantinya, jika ada masyarakat yang siap untuk ditempati rumahnya maka melaporkan ke pihak camat dan lurah “Nanti koordinatornya camat lurah yang bakal mensosialisasikan ke mereka. Kita pemerintah hanya memfasilitasi nya saja,” pungkasnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer