Jelang MotoGP, Pergerakan Penumpang Kapal Diproyeksi Naik 3 Kali Lipat

127

Mataram (Inside Lombok) – Pergerakan penumpang kapal laut diproyeksi mengalami lonjakan tinggi jelang perhelatan MotoGP 18-20 Maret mendatang. Kenaikannya bahkan digadang bisa mencapai 2-3 kali lipat dari kondisi normal dan WSBK.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) cabang Lembar, Denny F Anggoro mengatakan lonjakan itu mungkin terjadi karena penonton diperkirakan mencapai 100 ribu orang. Saat ini pihaknya bersinergi dengan PT ASDP selaku fasilitator untuk menyiapkan fasilitas sebaik mungkin.

“Kalau bicara lonjakan pada saat WSBK itu katakan 100 persen. Nanti pada saat MotoGP terjadi peningkatan 2-3 kali lipat dari WSBK. Bisa 100 persen lebih dari normal, harapan bisa puluhan ribu orang datang,” ujar Denny kepada Inside Lombok, Rabu (2/2).

Meskipun arus penumpang diproyeksi melonjak jelang MotoGP, armada kapal tidak ada penambahan. Karena jumlah armada kapal yang tersedia di Lembar melebihi dari yang dibutuhkan.

Diterangkan, dari 100 ribu penonton tidak semua melalui laut. Ada sebagian melalui jalur udara. Karena itu armada yang ada dinilai masih mencukupi. Antara lain untuk rute pendek jalur Padangbai – Lembar dan sebaliknya tersedia 26 kapal. Kemudian ada juga pintu lain menuju ke Surabaya – Lembar dan Ketapang – Lembar.

“Armada tidak perlu ada penambahan, karena kemarin-kemarin itu kita sudah kelebihan kapal. Jadi kalau sampai ada pelibatan jadwal ekstra, kita tinggal memanggil kapal yang lagi istirahat itu saja,” tuturnya.

Dikatakan, dalam gelaran MotoGP Maret mendatang Gapasdap Cabang Lembar bertugas memfasilitasi kapal-kapal yang beroperasi di rute Bali – Lombok. Mengacu pada pengalaman saat WSBK, memang terjadi lonjakan pengguna jasa yang cukup signifikan.

“Akan tetapi WSBK kemarin kita akui ada celah kekurangan. Mengakibatkan adanya antrean meskipun tidak lama, hanya 1 atau 2 jam saja. Dengan itu kami sudah bersiap dengan beberapa skenario. Saat penjadwalan kapal sepi ,normal dan padat maupun sangat padat itu kita siapkan (skenarionya),” jelasnya.

Nantinya ada percepatan keberangkatan kapal, kemudian pengalihan antrean. Di mana akan dialihkan di kantong-kantong parkir yang disediakan. Di sisi lain, hal paling penting adalah masih kurangnya komunikasi antar penyelenggara dengan pihak Gapasdap cabang Lembar. Pasalnya hal tersebut perlu dilakukan untuk mengatur datangannya penumpang dan kendaraan dari luar Lombok.

“Yang paling penting ada komunikasi yang intens pihak-pihak pengelola dan penyelenggara MotoGP, dengan komunikasi itu ada informasi yang penting kedatangan kendaraan dan penumpang. Jadi kami bisa siapkan,” tandasnya. (dpi)