Jelang WSBK, Sarpras Pelabuhan Lembar Dipoles

323
Pelebaran jalur masuk menuju pelabuhan Lembar. Senin (01/11/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sambut World Superbike, ASDP Lembar benahi sarana dan prasarana hingga menambah jumlah kapal yang akan mengangkut para wisatawan. Saat ini progresnya disebut sudah mencapai 75 persen. Termasuk pelebaran jalur masuk menuju pelabuhan, mereka sudah melakukan pembebasan lahan seluas lima are.

Rencananya, jalan masuk menuju pelabuhan akan dilebarkan menjadi dua jalur. Hal ini sebagai tindak lanjut atas instruksi Wakil Gubernur (Wagub) NTB dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu.

“Progresnya sudah 75 persen, sebelum tanggal 10 diperkirakan akan selesai,” kata Manajer Operasional ASDP Lembar, Samiun saat ditemui di kantornya, Senin (01/11/2021).

Begitu pun dengan pembenahan ruang tunggu yang saat ini tengah dikebut ntuk memberi nuansa berbeda dalam menyambut para wisatawan yang datang ke Lombok melalui jalur laut. “Nuansa Lumbung sebagai ciri khas Lombok akan lebih kami tonjolkan di sini,” papar dia.

Di sisi lain, mengantisipasi jumlah kapal penumpang yang diprediksi mengalami lonjakan, ASDP telah menyiapkan 25 kapal untuk rute Lembar – Padangbai. Sementara, tujuh kapal lainnya dengan rute Lembar – Ketapang masih dalam persiapan.

“Tujuh kapal ini persiapan (rute) Lembar – Ketapang. Enam di antaranya sudah mulai beroperasi. Tinggal satu lagi masih docking (perawatan),” beber dia.

Pihaknya memastikan, semua kapal akan siap beroperasi ketika penyelenggaraan WSBK nanti. Begitu pun dengan kapal yang saat ini dalam masa perawatan, diperkirakan pada 5 November sudah dapat beroperasi kembali.

Terkait dengan pelebaran jalur masuk, pihaknya telah membebaskan lahan yang sebelumnya terdiri dari rumah warga setempat. Namun ia mengaku tidak ada hambatan selama proses pembebasan. Sehingga setelah menerima pembayaran lahan dari pihak ASDP, warga yang bersangkutan langsung memilih lokasi sendiri untuk pindah.

“Itu kan ada tiga rumah warga yang kita bebaskan, luasnya beda-beda tapi keseluruhan sekitar lima are. Mereka juga paham, bahwa ini untuk kepentingan umum dan mereka sudah dijelasin dari jauh-jauh hari sebelumnya. Jadi tidak ada yang protes,” pungkas Samiun.