Jembatan Penghubung Dari Baital Atiq Menuju Kantor Bupati Lobar Berpotensi Amblas

Kondisi jembatan di lingkungan Montong sari, kelurahan Gerung Utara yang ambles pada salah satu sisinya. Selasa (24/11/202). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kondisi jembatan yang ada di lingkungan Montong Sari, kelurahan Gerung Utara, yang merupakan penghubung dari Baital Atiq menuju kantor Bupati Lobar, pada salah satu sisinya mengalami amblas. Lantaran mengalami penurunan yang menyebabkan keretakan.

Jembatan yang memiliki panjang 8,3 meter dan lebar 3,7 serta tinggi jembatan dari permukaan sungai 4,5 meter itu, kini penanganannya sedang dalam pengkajian pemerintah provinsi.

“Jadi kondisinya adalah terjadi penurunan (amblas) karena terjadi gerusan dari pondasi” jelas Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/11/2020).

Sehingga, lanjut dia, gerusan di pondasi jembatan tersebut mengakibatkan terjadinya posisi penurunan yang menyebabkan keretakan pada jembatan.

“Jembatan ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, roda empat, kalaupun roda enam, tapi harus tanpa muatan” katanya.

Ia menegaskan bahwa kendaraan yang bermuatan saat ini dilarang untuk melintasi jembatan tersebut. Pihaknya pun akan segera memasang rambu atau plang pemberitahuan di depan kantor dinas perhubungan Lobar. Untuk mengantisipasi apabila ada kendaraan bermuatan yang datang dari arah selatan bisa belok kiri atau putar balik supaya tidak melalui jembatan tersebut.

“Tentunya kita juga sudah koordinasi dengan provinsi, jadi H+2 sudah diturunkan tim juga dari provinsi mengecek kondisi jembatan” tuturnya.

Karena keputusan terkait dengan kondisi jembatan tersebut ada di provinsi. Termasuk bagaimana langkah-langkah berikutnya.

“Mereka (Pemrov) sedang mengupayakan langkah-langkah jangka pendek maupun penanganan lebih lanjut (permanen)” tandasnya.

Arthadana pun mengaku bahwa jembatan tersebut saat ini sudah perlu dilakukan penggantian jembatan lantaran lantaran dinilai sudah tidak dapat diperbaiki karena kerusakan terjadi pada bagian pondasi jembatan. Sehingga dirinya berharap supaya anggaran penanganan permanen untuk jembatan tersebut bisa masuk dalam APBD provinsi tahun 2021 mendatang.

Karena untuk saat ini, baik penanganan cepat atau jangka pendek, lanjut dia, masih terkendala anggaran. Sehingga penanganan jangka panjangnya diharapkan mampu terakomodir pada APBD tahun depan.

“Kita sudah minta kepada pak Kadis, untuk penanganan jangka pendek atau segi penanganan luar, hanya jawaban kita sama kembali kepada persoalan anggaran” akunya.

Saat ini tim perencanaan baik Pemkab dengan Pemrov, diakuinya sudah turun untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di lapangan.

“Supaya pengamanan terhadap pengguna jalan dan lancarnya lalu lintas bisa aman dan besok pagi, rambu-rambu peringatannya akan kita pasang” pungkasnya.

Saat ini pihkanya sedang menunggu hasil kajian dan analisis dari pihak PUPR Provinsi mengenai kondisi jembatan tersebut. Karena jelas Arthadana, dalam hal ini, terdapat beberapa kategori. Seperti kategori baik, sedang dan kritis.

“Kalau dari kita, itu masuk dalam posisi kritis, artinya harus segera diperbaiki tapi tetap pada sisi kewenangan itu ada di sisi provinsi” tutupnya.

Dari hasil pemantauan Inside Lombok, di sisi sebelah jembatan yang ambles tersebut telah dipasangi garis polisi, termasuk plang peringatan supaya pengendara bisa lebih berhati-hati.