Kapasitas Rumah Sakit Darurat Kota Mataram Masih Memadai

Plt Direktur RSUD Kota Mataram, Lalu Martawang saat ditemui wartawan belum lama ini. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok)- Rumah sakit darurat yang disiapkan oleh Pemkot Mataram, masih memadai untuk melayani pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Karena kapasitas dua rumah sakit darurat sebanyak 80 unit dan baru terisi 51 unit.

Plt Direktur RSUD Kota Mataram, Lalu Martawang Rabu (28/7) di Mataram mengatakan, saat ini untuk rumah sakit darurat di Hotel Fizz baru terisi 26 kamar dari 40 kamar yang tersedia. Sama halnya dengan Hotel Nutana dari kapasitas 40 unit kamar baru terisi 25 kamar.

“Kita masih di Fizz dan Nutana. Kan yang sembuh juga tetap kita pantau. Pasien-pasien masih bisa dikendalikan,” katanya

Menurutnya, kasus Covid-19 di Kota Mataram sudah mulai terjadi penurunan. Pihak rumah sakit akan berupaya untuk bisa mengendalikan penularan virus tersebut. Penelurusan kontak dan intervensi lain tetap dimaksimalkan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kasus akhir-akhir landai dan mudahan kita bisa pertahankan. Tapi tidak juga mengurangi kontak tracing dan intervensi kita,”katanya

Dikatakan Martawang, pihak rumah sakit sudah menyiapkan tempat isolasi sesuai dengan kondisi kesehatan masyarakat. Artinya, jika masih menunggu hasil swab PCR maka akan ditempatkan di zona oranye. Hal ini menyebabkan, kapasitas rumah sakit penuh.

“Kan di rumah sakit itu kita punya zona merah kuning dan hijau. Untuk bisa masuk ruang isolasi dipastikan bahwa memang hasil PCR nya positif. Sementara menunggu swab antigen keluar hasil PCR, akan menunggu di oranye dan itu nanti dimasukkan ke ruang isolasi kalau keluar PCR positif,” terangnya.

Untuk diketahui, jumlah tambahan kasus Covid-19 di Kota Mataram per tanggal 27 Juli 2021, yaitu sebanyak 23 orang. Sedangkan jumlah pasien sembuh cukup tinggi yaitu sebanyak 64 orang dan meninggal sebanyak dua orang.

Dengan tambahan tersebut, total kasus Covid-19 di Kota Mataram yaitu sebanyak 5.369 orang. Dari jumlah ino sebanyak 794 masih dalam tahap isolasi, 4.401 orang pasien dinyatakan sembuh dan 172 meninggal.