Kapolres Loteng: Kesadaran Warga Pakai Masker Masih Rendah

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Hingga kini, kesadaran warga untuk memakai masker masih saja rendah. Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho.

“Kalau melihat sejauh ini kesadaran masyarakat untuk memakai masker masih kurang”,kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, Kamis (10/9/2020) saat kegiatan gerakan membagi masker serentak di Praya.

Dia mencontohkan, saat gerakan membagi masker yang dilakukan Polres Loteng bekerjasama dengan TNI, KPU dan Bawaslu tersebut, banyak warga mengira kalau aparat sedang melakukan razia masker.

“Dikira ada razia masker sehingga baru menggunakan masker”, ujarnya.

Untuk itu, perlu ada peningkatan kontrol di tengah masyarakat agar selalu menggunakan masker demi melindungi diri dan orang lain dari serangan covid-19.

Saat ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi Intruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi NTB yang mengatur tentang pemberian sanksi bagi warga yang tidak memakai masker.

Selain itu, razia masker juga tetap dilakukan di setiap pintu masuk menuju kota Praya. Sanksi yang diberikan masih sanksi sosial. “Ada yang diminta push up, membersihkan sarana umum”,katanya.

Namun, ketika Inpres dan Perda ini resmi diterapkan pada 14 September nanti, maka sanksi berupa denda akan diberlakukan.

“Kita akan koordinasi dulu dengan Pemda terkait pemberian sanksi ini”, lanjutnya.

Sementara itu, terdapat sebanyak dua ribu masker yang dibagikan dalam kegiatan gerakan membagikan masker secara nasional tersebut.

Kegiatan yang dilakukan di tiap pintu masuk menuju kota Praya itu juga melibatkan bakal pasangan calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada 2020. Namun, banyak bapaslon yang punya kegiatan lain sehingga berhalangan hadir.

“Dan kita juga menghimbau bakal pasangan calon agar APK yang digunakan bukan hanya baliho atau kaos. Tapi juga masker”,katanya.

Sehingga bapaslon bisa mendukung langkah pemerintah dalam memerangi Covid-19.