Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Sekolah di Loteng Akan Ditutup Lagi?

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah mulai menggelar belajar tatap muka di sekolah sejak awal bulan Januari 2021 lalu.

Namun, melihat trend kasus Covid-19 yang terus melonjak di NTB, ada kemungkinan sekolah di Loteng ditutup kembali dan memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh.

“Kita akan koordinasi dengan Satgas (Covid-19) provinsi. Sekarang kan makin naik terus Covid-19. Kalau dinyatakan PSBB oleh Provinsi, maka kabupaten pun harus tutup sekolah itu,”kata PLT Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, Lalu Idham Khalid, Jum’at (22/1/2021) di Kantor DPRD Loteng.

Total kasus Covid-19 di Loteng per 21 Januari mencapai 357 kasus. Dengan rincian masih dirawat sebanyak 22 orang. Kemudian sembuh 317 orang dan meninggal dunia sebanyak 18 orang.

“Kita masih zona kuning. Kita tunggu provinsi. Kita masih aman sementara. Tapi kita tunggu (arahan) provinsi,”ujarnya.

Lebih lanjut, kata Idham, sejauh ini belum ada klaster sekolah di dalam kasus Covid-19 tersebut. Selain itu penerapan protokol Covid-19 di sekolah juga diyakini sangat ketat, baik itu memakai masker, mencuci tangan di tempat yang telah disiapkan dan juga menjaga jarak. Sekolah juga memberlakukan sistem shift kalau siswanya lumayan banyak.

“Sangat ketat (penerapan protokol Covid-19). Apabila tidak patuh kita akan tutup sekolah itu,”ujarnya.

Penerapan protokol Covid-19 tersebut sudah sering disampaikan kepada para kepala sekolah. Dan tidak ada toleransi bagi sekolah yang tidak mematuhi protokol Covid-19.

Sementara itu, sejumlah guru di Loteng mengaku tidak setuju kalau kemudian sekolah ditutup lagi, khususnya bagi sekolah yang berada di wilayah perkampungan.

“Mudah-mudahan tidak akan ada ya, tapi selama ini tidak ada yang pernah kita temukan yang terkena Covid-19 di sekitar sini,”ujar salah satu guru, Yuanita Erfiana.

Selain itu, pembelajaran jarak jauh dianggap tidak pernah efektif untuk pengetahuan siswa. Oleh sebab itu, dia berharap sekolah di Loteng tetap dibuka. Namun, penerapan protokol Covid-19 diperketat untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah.