Kasus Covid di Lobar Meningkat Tajam

Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Peningkatan kasus Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) saat ini mengalami lonjakan bahkan di atas 100 persen. Hal itu menyebabkan Lobar masuk daerah zona merah. Bahkan keterisian ruang isolasi di RS Awet Muda Narmada sudah mencapai 70 persen.

“Sekarang kasus aktif kita (di Lobar) di angka 393. Sudah hampir 400 orang yang sedang isolasi di semua tempat se-Lombok Barat ini” beber Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni, melalui sambungan telepon, Jum’at (23/07/2021).

Sementara untuk keterisian tempat tidur di RS Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung sudah 50 persen. Namun, untuk ketersediaan oksigen di rumah sakit hingga kini masih aman.

Dirinya menyebut, sebagian besar masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah mereka yang belum menerima suntikan vaksin. Meski di satu sisi walau pun sudah divaksin, bukan berarti juga masyarakat bisa terbebas dari Covid-19.

“Hanya saja vaksin bisa membantu meringankan gejala yang meraka alami,”imbuhnya.

Termasuk juga dalam hal ini, Tenaga Kesehatan (Nakes), walau pun sudah divaksin tetapi mereka masih bisa terpapar Covid-19. Bahkan kasus Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada di hampir semua rumah sakit dan Puskesmas di Lobar.

“Di RSUD Tripat hampir 10 Nakes positif, di semua Puskemas rata-rata ada (yang positif). Tapi semua tidak ada yang dirawat, semua dalam kondisi ringan,” jelas dia.

Dari angka kasus aktif ini, ada juga warga Lobar yang melakukan Isolasi Mandiri di luar wilayah Lombok Barat. Meski demikian, kasus tersebut tetap tercatat sebagai kasus Covid-19 di Lobar. Karena KTP nya merupakan warga Lobar.

“Karena sekarang yang pegang data rilis hasil swab itu nasional, jadi di mana pun orang Lombok Barat periksa (swab), maka akan tetap tercatat warga Lobar,” papar Fathoni.