Kasus DBD di Lotim Alami Peningkatan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) belum memperlihatkan penurunan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Mengingat curah hujan yang cukup tinggi membuat perkembangbiakan nyamuk semakin cepat.

Kepala SIKSB Dikes Lotim, Sinawan mengatakan, sampai dengan tahun 2021 ini kasus DBD di Lotim masih memperlihatkan kenaikan. Total kasus pada awal 2021, terhitung jumlah kasus di Lotim mencapai 23 kasus di bulan Januari dan 2 kasus pada bulan Februari ini.

“Pada tahun 2020 sebelumnya, angka kasus DBD kita mencapai 545 kasus,” jelasnya melalui WhatsApp saat dihubungi Inside Lombok, Selasa (02/02/2021).

Sementara itu, ada beberapa kecamatan yang ada di Lotim penyumbang angka kasus DBD terbanyak pada tahun 2020 lalu yaitu kecamatan Sakra Timur sebanyak 61 kasus, Selong 55 kasus, dan Labuhan Haji dengan 46 kasus.

Sedangkan, terdapat kecamatan dengan jumlah yang cukup banyak penyumbang angka DBD di Lotim yaitu kecamatan Pringgasela. Namun, dari pihak Dikes belum mendapat data secara lengkap terkait jumlah pasti penderita DBD di wilayah tersebut.

“Untuk tahun 2021 ini kita baru mendapat data dari kecamatan Jerowaru dengan 8 kasus, Sakra Timur 4 kasus, dan Sakra Barat 3 kasus,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan Dikes dalam meminimalisir angka kasus DBD di Lotim yaitu menggencarkan sosialisasi oleh pihak puskesmas dengan pemdes setempat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih, dengan membersihkan areal perkembangbiakan nyamuk.