Kasus DBD Meningkat, Warga Mataram Perlu Jaga Kebersihan

26
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Perubahan cuaca yang terjadi berdampak pada peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Mataram. Hingga 19 Januari 2022, jumlah kasus DB di Kota Mataram sebanyak 55 kasus dan satu orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi, Rabu (19/1) di Mataram menerangkan, dari 55 kasus DBD yang ditemukan di Kota Mataram belum diketahui secara pasti apakah sudah positif DBD atau hanya demam dengue (DD).

“Ada 55 kasus DBD pada Januari. Saya belum tau pasti ya itu murni DBD atau DD. Tapi yang jelas semua itu terdata 55,” katanya.

Dengan jumlah kasus tersebut, temuan DBD di Kota Mataram meningkat jika dibandingkan dengan Desember 2021 lalu. Berdasarkan data yang ada, pada Desember lalu jumlah kasus sebanyak 50 kasus DBD.

“Itu meningkat. Ada 50 kasus sampai akhir Desember. Kalau ini baru sampai tanggal 19 sudah 55 kasus,” ucapnya.

Sementara terkait adanya pasien DBD yang meninggal dunia, Usman mengatakan karena adanya penyakit penyerta. “Kemarin ada yang meninggal dari Perumnas, dengan ada sesuatunya penyakit penyerta,” terangnya.

Puncak kasus DBD, sambung Usman, belum diketahui secara pasti. Karena penyakit DBD tergantung perubahan cuaca yang terjadi. “Saya kurang tahu puncaknya, mudahan cuaca bisa normal kembali,” ungkapnya

Untuk upaya pencegahan, Usman menerangkan sama halnya dengan Covid-19 yaitu memaksimalkan protokol kesehatan. Untuk kasus DBD, masyarakat memaksimalkan penerapan 3M Plus di lingkungannya. Seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan air, memanfaatkan mendaur ulang barang bekas dan plus mencegah perkembanganbiakan nyamuk.

Selain 3M plus, petugas juga rutin melakukan fogging fokus terutama di wilayah yang sudah ditemukan kasus DBD. Dinas Kesehatan Kota Mataram tetap menyiapkan bubuk abate yang dibagikan kepada masyarakat. “Fogging tetap dan abate tetap disediakan. Silahkan mengambil,” tandasnya. (azm)