Kasus PMK di Loteng Disebut Menyebar Lewat Pasar Hewan.

31
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Taufikurrahman (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah (Loteng) menyebut awal mula penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi ternak di Loteng berasal dari pasar hewan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Taufikurrahman mengatakan ada hewan yang membawa virus PMK di pasar hewan, dan ini yang dibeli oleh masyarakat. “Ini yang menulari hewan lain yang ada di kandang komplek peternak,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku belum mengetahui apakah ternak sapi atau kambing yang membawa PMK ke Loteng. Seperti identifikasi kasus PMK di Jawa Timur yang berasal dari kambing yang dikirim dari Thailand.

Dikatakan Taufik, kasus PMK di Loteng saat ini sekitar 15 ribu ekor dengan angka kesembuhan sekitar 8.700 ekor. Sementara yang masih dalam kondisi sakit sekitar 7.400 ekor.

“Populasi ternak sapi di Loteng sekitar 184 ribu, sementara yang sakit 15 ribu. Iini belum sampai 10 persen. Virus ini akan menyerang semua (ternak), kecuali kita vaksin,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mengungkapkan tidak pernah menerbitkan rekomendasi sapi luar untuk masuk ke wilayah Loteng. Namun pihaknya tidak menampik pernah mengajukan permohonan ke Pemerintah Provinsi NTB, meski permintaan itu akhirnya ditolak.

“Loteng tidak pernah merekomendasikan sapi luar masuk. Sejak saya jadi pegawai tidak memberikan rekomendasi sapi masuk dari luar NTB,” tutupnya. (fhr)