KEK Mandalika Dipasangi Alat Deteksi Dini Tsunami

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Ribuan jiwa di satu kecamatan berpotensi terpapar bencana alam tersebut.

Oleh karena itu, destinasi wisata super prioritas itu dipasangi
alat deteksi dini bencana tsunami.

“Karena kita tau ancamannya (tsunami) sangat tinggi di sana”,kata Direktur Peringatan Dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Afrial Rosya, Senin (2/10/2020) dalam kegiatan pemasangan instrumentasi peringatan dini bencana tsunami wilayah 2 di KEK Mandalika.

Dijelaskan, pemasangan alat deteksi dini tsunami setinggi 12 meter itu sudah mulai dilakukan atas kerjasama BNPB dan Universitas Mataram.

Sementara lokasinya berada di dekat masjid Nurul Bilad. Sementara pemasangannya ditarget tuntas pada bulan Desember ini.

Alat tersebut, lanjutnya, mampu mendeteksi dengan cepat bencana tsunami yang akan terjadi. Sehingga pemerintah bersama stake holder terkait bisa melakukan mitigasi bencana dan mengurangi kerusakan serta korban jiwa.

“Ini adalah program nasional penguatan di lima daerah super prioritas salah satunya KEK Mandalika”,ujarnya.

Diterangkan juga bahwa alat deteksi dini bencana tsunami ini akan terhubung dengan kantor gubernur NTB dan Kantor Bupati Lombok Tengah sebagai pusat pemerintahan.

“Mereka yang nantinya yang akan membunyikan sirine ketika ada deteksi dini tsunami”,katanya.

Sementara itu, sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan alat deteksi dini ini juga harus ditingkatkan. Sehingga desa-desa tangguh bencana dibentuk sebagai upaya mitigasi bencana.

“Di Mandalika sudah berjalan desa tangguh bencana termasuk di wilayah pesisir pantai yang potensi tinggi tsunami”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadi dalam kesempatan yang sama mengatakan, untuk mendukung deteksi dini bencana tsunami ini, BMKG melakukan penguatan di dalam monitoring di dalam memberikan informasi mengenai gempa bumi dan tsunami.

“Jadi tahun ini kami membangun 14 selter dengan kita semakin merapatkan jaringan pemantau gempa bumi NTB”, imbuhnya.

Selain itu, BMKG juga membuat sistem analisa gempa bumi dan tsunami. Sehingga ketika desiminasi bisa diberikan informasi lebih cepat, tepat dan akurat.

“Semua informasi BMKG bisa dimonitor oleh semu stake holder”, ujarnya.

Di KEK Mandalika juga diinstal WRS NewGen sehingga bisa dimanfaatkan untuk memberikan informasi yang cepat. Sehingga respon mitigasi bencana bisa dilakukan dengan tepat.