Kekeringan, 25 Hektare Padi Puso di Loteng Jadi Pakan Ternak

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sejumlah petani di Lombok Tengah terpaksa memangkas padi yang telah ditanam karena gagal panen atau puso akibat kekeringan. Luas lahan padi yang dipangkas sekitar 25 hektare.

“Sekitar 25 hektare yang jadi pakan ternak. Kita bersyukur tanamannya tidak hangus. Masih bisa jadi pakan ternak”,kata Sekretaris Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman, Rabu (19/8/2020) di kantornya.

Menurut dia, daripada tanaman pertanian tersebut dibiarkan mengering di sawah, lebih baik dipangkas untuk jadi pakan ternak.

Padi puso yang dijadikan pakan ternak ini rata-rata berada di wilayah Lombok Tengah bagian selatan. “Titik-titiknya menyebar tidak di satu tempat, kadang ada berapa are di satu tempat”,jelasnya.

Arman menjelaskan, pada Musim Tanam (MT) II ini, sebenarnya hanya empat kecamatan di wilayah bagian utara yang direkomendasikan untuk menanam padi dengan luas areal tanam mencapai 12 ribu hektare. Karena air irigasi masih mencukupi.

Sementara wilayah bagian selatan, tidak direkomendasikan untuk menanam padi karena air irigasi sudah menipis. Akan tetapi, banyak petani yang melanggar dan tetap menanam padi. Sehingga berdampak pada gagal panen.

“Sebenarnya petani melanggar. Tidak boleh nanam padi karena tidak ada air. Tapi daripada rugi jadi ya dijadikan pakan sapi”,katanya.

Berdasarkan catatan pihaknya, jumlah lahan pertanian yang terancam mengalami kekeringan hingga akhir Juni lalu mencapai 566,65 hektare.

Rata-rata tanaman padi yang dijadikan pakan ternak adalah yang sudah kekeringan berat dan tidak bisa diselamatkan.