Kenaikan Harga Tiket Beri Dampak Buruk Industri Hotel di NTB

Hotel Santika Mataram (Sumber: santika.com)

Mataram (Inside Lombok) – Kenaikan harga tiket pesawat cenderung memberikan dampak buruk bagi industri hotel di Indonesia terutama yang berada di luar Pulau Jawa. Harga tiket pesawat yang mahal tersebut akan menghambat para pelancong untuk memilih perjalanan domestik.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran sebelumnya mengatakan bahwa operasional sebuah hotel harus tetap berjalan walaupun tidak ada pengunjung. Sehingga, keadaan seperti inilah yang menyebabkan sejumlah hotel tidak bisa bertahan karena tak sanggup dengan beban biaya operasional.

Menurut General Manager Hotel Santika Mataram, Reza Bovier bahwa di tengah naiknya harga tiket pesawat ini, bertahan untuk tetap beroperasi sudah menunjukkan tanda yang cukup baik. Ia mengaku pihak Hotel Santika sudah jauh-jauh hari mencari tamu.

“Bertahan saja sudah bagus. Caranya kita melaksanakan rutinitas seperti merawat atau maintained klien. Jadwal kita yang sudah disusun jangan diubah, yang pasti kan tamu di sini dari luar kota,” ujar Reza di Hotel Santika Mataram, Selasa (30/04/2019).

Kenaikan harga tiket pesawat saat ini pun masih menjadi fokus utama para pelaku industri hotel dan pemerintah daerah. Hal tersebut tentunya hanya semata-mata agar tingkat kunjungan semakin banyak.

Secara okupansi pun Hotel Santika Mataram mengalami penurunan hingga 13 persen dari yang ditargetkan di bulan April 2019. Penurunan ini tentunya tidak dirasakan sendiri karena penyebab terpuruknya kondisi industri hotel di Indonesia saat ini sebagian besar merupakan dampak dari harga tiket pesawat yang mahal.

“Harusnya ada lima kunjungan tapi karena tiket mahal jadi dua. Kunjungan tetap ada, pendapatan ada, peningkatan pun ada, cuma tidak sesuai target,” jelas Reza.

Meskipun target okupansi, pendapatan dan harga kamar yang tak mencapai harapan, pegawai Hotel Santika Mataram juga tetap sama dituntut untuk hadir bekerja. Namun di samping itu, Reza menegaskan bahwa tidak ada penurunan gaji bagi para staf hotel.

“Tidak ada masalah, (gaji) sesuai. Tidak ada yang dikurangi. Pajak kita sudah bayar normal, di satu sisi kan pemeritah kota juga membutuhkan dana,” pungkasnya.

Bagi Reza sejauh ini, indikator Hotel Santika Mataram bisa bertahan dengan baik karena pihak hotel masih bisa memenuhi kewajiban. Seperti melakukan pembayaran pajak tanpa ditunda, gaji karyawan tidak berkurang, dan sejumlah kegiatan harus tetap berjalan.