Kendaraan Logistik Masih Diperbolehkan Nyeberang di Pelabuhan Lembar

Lombok Barat (Inside Lombok) – Loket-loket pelayanan tiket untuk penumpang dan kendaraan golongan II dan IV di Pelabuhan Lembar resmi ditutup. Kecuali truk yang melayani distribusi logistik antarpulau.

“Untuk hari pertama ini, sesuai dengan keputusan Kemenhub dari tanggal 6-17 Mei. Penumpang dan kendaraan roda dua serta kendaraan golongan IV (mobil pribadi, pick up) itu tidak boleh disebrangkan” tegas Manajer Usaha PT. ASDP cabang Lembar, Samiun Akbar, saat ditemui di Pelabuhan Lembar, Kamis (06/05/2021).

Terpantau stuasi di pelabuhan itu pun sangat sepi dari lalu lalang kendaraan seperti sebelumnya. Namun masih ada beberapa kendaraan berat pengangkut logistik yang terparkir dan sedang menunggu jadwal penyebrangan.

Sebelum memasuki kawasan pelabuhan, truk-truk ini pun diperiksa dengan ketat. Untuk mengantisipasi adanya oknum yang nekat mudik dan bersembunyi di dalam truk tersebut.

“Truk-truk ini adalah yang domisilinya di Jawa, jadi diberangkatkan hari ini dan ini khusus truk pengangkut logistik” terangnya.

Adapun jumlah kapal yang standby di pelabuhan Lembar ada 14 unit. Namun yang diberangkatkan untuk pengangkutan truk logistik ini akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kalau memang truk pengangkut logistik yang akan diberangkatkan tidak ada, maka mereka akan menunggu sampai ada baru mereka beroperasi” bebernya.

Dirinya menuturkan bahwa kondisi penumpang beberapa hari sebelum penutupan justru mengalami lonjakan sebesar 146 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Ini dikarenakan, banyak masyarakat yang “curi start duluan” untuk bisa mudik sebelum larangan mulai diberlakukan hari ini.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2020 lonjakannya sampai 146 persen, tapi kalau dibanding dengan tahun 2019 itu jauh sekali menurun” ungkap Samiun.

Tetapi berbanding terbalik dengan kendaraan truk, dirinya mengakui volumenya di pelabuhan Lembar untuk tahun ini justru mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Hal ini dikarenakan adanya lintasan lain yang juga mulai beroperasi di Lombok Barat, yakni pelabuhan Gili Mas.

“Itu turunnya sekitar 46 persen yang truk ini” tandasnya.