Kesal Nama Adik Dicatut untuk Pinjaman Bank, Pria di Loteng Jadi Tersangka Penganiayaan

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Seorang pria inisial SS (27) warga Desa Persiapan Masjuring Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, ia diduga menjadi pelaku penganiayaan, Selasa (22/2).

Korbannya adalah seorang pemuda inisial HM (20) yang juga merupakan warga setempat. Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 00.50 Wita, korban bersama teman-temannya sedang nongkrong sambil memancing di selokan depan warung punya warga yang ada di desa itu,” jelas Hery.

Pelaku yang tiba-tiba datang kemudian langsung menarik dan menyeret korban naik sepeda motor. Alasannya, korban hendak dipertemukan dengan adik SS yakni AIP untuk memperjelas masalah pinjaman uang di Bank Mekar yang sudah diajukan oleh korban.

“Tapi adiknya menjawab terkait masalah pinjaman uang di Bank Mekar tidak ada hubungan dengannya. Tapi pelaku tidak percaya sehingga pelaku membawa korban kembali ke tempat semula, yaitu di depan warung,” katanya.

Sesampainya di lokasi, pelaku langsung memukul muka korban yang menyebabkan luka memar. Warga yang berada di lokasi langsung melerai dan membawa pulang pelaku.

Atas kejadian tersebut korban keberatan dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Praya Barat guna diproses hukum.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku memukul korban karena kesal oleh tingkah korban yang tidak mengembalikan telepon genggam milik adik pelaku yang merupakan pacar korban. Selain itu, korban diduga menggunakan nama adik pelaku untuk mengajukan pinjaman di Bank Mekar.

“Sementara kedua belah pihak ini punya hubungan kekeluargaan,” ujar Hery. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk menemukan titik tengah. (fhr)