KPU NTB Berharap Listrik Tak Padam saat Pemilu 2019

Mataram (Inside Lombok) – Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat meminta saat pelaksanaan Pemilu 2019 tidak terjadi pemadaman listrik.

“Kalau lampu tiba-tiba mati bisa menghambat (proses hitung suara). Kita bisa mengulang lagi. Kalau ini terjadi bisa berbahaya juga,” kata Ketua KPU NTB Suhardi Soud seusai rapat evaluasi pemilu bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Selasa.

Menurutnya, ketersediaan listrik pada pelaksanaan pemilu, khususnya saat penghitungan suara diharapkan tidak padam. Sebab, bila terjadi pemadaman akan mengganggu kelancaran dan suksesnya pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Terkait persoalan listrik ini, pihaknya sudah menyampaikan secara langsung kepada Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah saat rapat evaluasi pemilu tersebut.

“Ini penting untuk kita sampaikan, karena pemilu ini merupakan agenda besar nasional,” tegasnya.

Suhardi berharap Pemprov NTB dapat berkoordinasi dengan pihak PLN di kabupaten/kota agar persoalan kelistrikan ini mendapat perhatian.

“Karena, memang secara teknis, ini juga tanggung jawab kita bersama, termasuk pimpinan daerah,” jelasnya.

Rapat Evaluasi Pemilu 2019 ini dipimpin Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmu Djalilah dan dihadiri oleh seluruh bupati/wali kota se-NTB, KPU, Bawaslu kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menyatakan bahwa NTB siap melaksanakan Pemilu 2019.

Untuk persoalan listrik, lanjut Wagub, pihaknya akan melakukan koordinasi terutama dengan PLN guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk  pemadaman listrik secara tiba-tiba.

“Akan kita koordinasikan dan kami berharap masyarakat NTB berpartisipasi menyukseskan pemilu ini,” katanya. (Ant)