KSB Butuh Waktu Tujuh Tahun Hapus Prilaku Buang Air Besar Sembarang

17
Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. Musyafirin, M.M., saat menerima kunjugan dan silaturahmi Forum Wartawan Pemerintah Provinsi NTB menggelar Press Trip di Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/9/2021) di aula Kabupaten Sumbawa Barat. (Inside Lombok/istimewa)
9
Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. Musyafirin, M.M., saat menerima kunjugan dan silaturahmi Forum Wartawan Pemerintah Provinsi NTB menggelar Press Trip di Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/9/2021) di aula Kabupaten Sumbawa Barat. (Inside Lombok/istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan satu-satunya daerah di NTB yang sudah berhasil menghapus prilaku buang air besar sembarang. Untuk mencapai keberhasilan ini, Pemda KSB membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun.

“Kelihatannya sederhana. Tapi untuk menuntaskan ini sama seperti membangun peradaban. Mengubah pola hidup, pola pikiran dan menggugah kesadaran masyarakat. Sehingga tidak terasa waktu yang kita perlukan memakan waktu kurang lebih tujuh tahn,” kata Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. Musyafirin, M.M., saat menerima kunjugan dan silaturahmi Forum Wartawan Pemerintah Provinsi NTB menggelar Press Trip di Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/9/2021) di aula Kabupaten Sumbawa Barat.

Ia menjelaskan, proses panjang untuk mewujudkan program tersebut, dimulai sejak tahun 2016. Dalam perencanaannya, KSB membangun instrumen untuk penuntasan Lima (5) Pilar STBM, yaitu pilar ke 1, stop buang air besar sembarangan, pilar ke 2, cuci tangan dengan air menggunakan sabun, pilar ke 3, pengolahan air minum aman, pilar ke 4, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pilar 5, pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Usaha dan kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan pencapaian dan hasil yang memuaskan,” jelasnya.

Selain itu, pelibatan secara aktif ASN di tengah masyarakat dan dibentuknya para agen PDP Gotong Royong. Tidak itu saja, pelibatan masyarakat oleh ketua RT dan Kepala lingkungan juga mendukung keberhasilan program tersebut.

“Bahkan agen-agen inilah yang menjadi kader posyandu keluarga,”ucapnya.

Begitupun keterlibatan TNI/POLRI melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas mampu menggerakkan pembuatan jamban serta pilar lainnya. Mewakili Pemrov NTB, Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin, S. Sos., MM., mendukung dan mengapresiasi capian prestasi KSB ini.

“Sehingga daerah lain di NTB dapat mengikuti upaya dan langkah KSB mewujudkan daerah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (KSB) 5 Pila ini, untuk mendukung misi NTB Sehat dan Cerdas,” kata Doktor Najam.

Selain itu, STBM ini dapat menjadikan masyarakat KSB dan NTB untuk terus menjaga kualitas hidupnya. “Keberhasilan program dan contoh baik ini dapat dipublikasikan dan disiarkan rekan-rekan pers kepada publik,”tutup mantan Karo Humas Protokoler Setda Provinsi NTB.