Kunjungan Mensos ke Lotim: Baru Turun Mobil, Langsung Disambut Aksi Mahasiswa dan Aktivis

Aktivis Mahasiswa dan Pemuda saat menerobos pengamanan ingin bertemu dengan Mensos, Rabu (13/10). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) –
Kedatangan Menteri Sosial (Mensos) ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk pemantauan penyaluran bantuan sosial mengundang perhatian banyak pihak, termasuk mahasiswa dan aktivis. Suasana ricuh tak terelakkan. Baru saja membuka pintu mobil, Risma langsung disambut suasana riuh saat massa menerobos pengamanan untuk menyampaikan aspirasi langsung ke Mensos.

“Kami mau menyampaikan aspirasi dengan ibu,  kami minta copot Kadis Sosial Lotim karena dia yang bermain dalam bantuan sosial,” teriak para Aktivis Pemuda dan Mahasiswa sambil dihalangi oleh petugas keamanan, Rabu (13/10).

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah tudingan semrawutnya bantuan sosial yang ada di Lotim disebabkan oleh permainan Kadis Sosial. Massa juga menuding bahwa oknum Kades Tetebatu merupakan salah satu oknum penyedia barang untuk bantuan sosial, padahal itu tidak diperbolehkan dalam program tersebut.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi bahwa terdapat oknum kades yang menjadi penyedia. Otomatis nanti itu mengurangi kontrolnya kepada masyarakat untuk memberikan kualitas terbaik,” kata salah satu aktivis mahasiswa, Rohman Rofiki.

Melihat adanya aksi dari massa yang menerobos pengamanan, Mensos Tri Rismaharini langsung mendekat dan mendengarkan orasi mereka dari jarak dekat. Risma mengatakan permasalahan akan diselesaikannya, untuk itu ia datang ke Lotim untuk melihat secara langsung permasalah apa yang terjadi di daerah tersebut.

“Saya datang ke sini karena niat baik, kalau bukan karena niat baik buat apa saya kesini,” tegas Risma.

Risma juga menerima tantangan dari mahasiswa dan pemuda untuk berdialog dengan membawa data yang dianggap menjadi permasalahan di Lotim. “Kalau anda mau memperjuangkan rakyat, silahkan mana datanya saya terima sekarang,” jelasnya.

Suasana akhirnya bisa mencair setelah Mensos Risma menanggapi aspirasinya. Di mana kerumunan massa yang dinilai memancing kericuhan langsung diarahkan oleh petugas keamanan untuk menjauh dari lokasi kegiatan.