Kunjungi Korban Banjir Lobar, Jusuf Kalla: Perlu Siapkan Mitigasi dan Lestarikan Hutan

Ketua PM Jusuf Kalla, saat mengunjungi posko pengungsian di dusun Batulayar Utara, desa Batulayar Barat. Rabu (08/12/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kunjungan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) ke salah satu lokasi pengungsian di Kecamatan Batulayar memberikan semangat bagi korban yang sedang berteduh di tenda. Bahkan banyak anak-anak di pengungsian yang menyambut kedatangan mantan Wakil Presiden itu dengan penuh semangat menyanyikan Indonesia Raya.

Selain hadir meninjau langsung lokasi pengungsian dan menyapa warga, ia juga mengelilingi tenda-tenda krusial seperti dapur umum dan posko pengobatan untuk memastikan kebutuhan mendesak warga sudah tersedia di lokasi. JK pun berpesan agar seluruh pihak mulai menyiapkan langkah mitigasi bencana. Terlebih di bulan-bulan penghujan seperti saat ini.

“Bulan Desember ini sampai awal tahun depan itu memang bulan hujan. Jadi rentan terjadi peristiwa alam,” ujarnya di sela-sela kunjungan, Rabu (08/12/2021).

Ia mengingatkan agar masyarakat dan pihak lainnya, terutama pemerintah, harus lebih rajin memeriksa dan meninjau saluran-saluran yang menjadi aliran air. Termasuk juga menjaga kelestarian hutan dari penebangan liar.

“Masyarakat harus disiplin, baik memperbaiki selokan dan jangan menebang pohon-pohon di hutan,” pesannya.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid saat mendampingi JK menyebut saat ini pemerintah mulai bekerja secara paralel untuk membersihkan lokasi-lokasi yang terdampak. Kata dia, ada sekitar dua hingga tiga alat berat yang diturunkan untuk membersihkan sisa puing dan material bekas banjir dan longsor di Lobar.

“Sehingga kita harapkan dua-tiga hari ke depan, para pengungsi ini sudah bisa kembali,” ucap Fauzan.

Dirinya menambahkan, bahwa di Lobar kurang lebih ada 10 titik lokasi bencana yang terjadi akibat intensitas dan curah hujan yang begitu tinggi pada hari Minggu hingga Senin kemarin. Dengan kondisi kerusakan yang hampir merata di seluruh lokasi yang terdampak.

“Rata-rata semuanya parah, tapi yang menimbulkan korban jiwa hanya di sini (Batulayar, red), itu ada lima orang meninggal,” bebernya.

Ia pun membagi tim dengan Wabup dan seluruh OPD terkait di Lombok Barat untuk meninjau langsung dan mendampingi masyarakat yang terdampak musibah. Baik yang di Lombok Barat bagian utara maupun yang di bagian selatan, yakni Sekotong yang juga lebih dulu diterjang banjir dan longsor.

“Alhamdulillah untuk wilayah selatan sudah selesai dan normal semuanya. Makanya kita fokus Pemda sekarang di bagian utara,” jelas orang nomor satu di Lobar tersebut. (yud)