Kunker Wapres ke NTB, Pastikan Wabah PMK Terkendali di Musim Kurban

40
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin berkunjung ke Kelompok Tani Ternak (KTT) di Gerung, Lombok Barat. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin berkunjung ke Kelompok Tani Ternak (KTT) di Gerung, Lombok Barat, Kamis (30/06). Dengan didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, kunjungan Wapres ke Lobar untuk memastikan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terkendali.

Dalam rangkaian kunjungannya, Wapres menyebut KTT Reyan Baru di Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung telah berhasil melalui kondisi sulit menghadapi wabah penyakit yang menjangkiti ternak sapi. “Pemerintah prihatin dan membuat kebijakan vaksinasi pada hewan ternak sapi,” ujarnya.

Untuk mencegah penularan PMK pada ternak pemerintah telah melakukan vaksinasi di beberapa daerah. Terlebih mendekati Iduladha, saat kebutuhan umat Muslim akan daging sapi meningkat.

Wapres pun mengimbau para petugas agar terus mengawasi dan memastikan hewan kurban bebas PMK. Termasuk distribusi ternak sapi keluar daerah harus mengikuti ketentuan Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Ketua KTT Reyan Baru, Sudirman menjelaskan ada 107 peternak dengan 327 ekor sapi yang bergabung dalam kelompok tersebut. Saat PMK melanda sebulan lalu, enam ekor sapi terpapar PMK kemudian bertambah 170 ekor sebelum semua sapi di kandang terjangkit dengan gejala kuku terlepas dan mulut sapi rusak.

“Alhamdulillah penanganan yang cepat dari dinas terkait di Lobar, cepat memulihkan kondisi sapi sapi ini,” jelasnya.

Terkait kedatangan Wapres, pihaknya meminta pagar atau tembok pembatas kandang yang bersebelahan dengan jalan umum agar anak anak sapi tak lagi ditabrak lalu lintas kendaraan. Selain itu, ia meminta bantuan tiga ekor sapi untuk qurban sebagai selamatan ternak sapi yang bebas PMK.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ahmad Nur Aulia mengatakan angka kasus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pulau Lombok per 28 Juni 2022 mencapai 50.184 ekor. Kasus tersebut tersebar di semua kabupaten kota di Pulau Lombok.

“Saat ini sudah tersedia 5000 vaksin dan baru dipakai sebanyak 1900 vaksin yang diberikan pada ternak sapi yang sehat,” jelas Aulia.

Pelaksanaan vaksinasi nantinya akan bekerjasama dengan posko-posko tanggap darurat di daerah. Peruntukannya akan diprioritaskan untuk hewan sehat dan berisiko tinggi tertular, yang berada di sumber pembibitan ternak, peternakan sapi perah milik rakyat dan koperasi susu serta peternakan sapi potong. (azm)