Lima Kecamatan di Loteng Terdampak Kekeringan

Kepala BPBD Loteng, Murdi, Senin (21/9/2020). (Inside Lombok/ Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sudah satu pekan lebih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

“Sudah satu minggu kita salurkan air bersih. Kita sudah mulai operasi,” kata Plt Kepala BPBD Lombok Tengah, Murdi, Senin (21/9/2020) di Praya.

Sejauh ini, sudah ada lima kecamatan di Lombok Tengah yang telah mengusulkan permintaan air bersih ke BPBD.

“Langsung kita respon sebagian besar di wilayah selatan. Belasan desa. Ratusan jiwa (terdampak),” katanya.

BPBD bekerjasama dengan PDAM Lombok Tengah telah menyiapkan sebanyak 1.018 tangki air untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan.

“Kalau berkaca dari kekeringan tahun lalu segitu yang kita siapkan,” jelasnya.

Meski demikian, kekeringan tahun ini dinilai tidak separah kekeringan yang terjadi pada tahun lalu. Karena tahun ini terjadi kemarau basah.

Beberapa wilayah yang tahun lalu mengalami kekeringan tahun ini tidak terdampak. Untuk itu, pihaknya fokus menangani wilayah yang hanya terdampak.

“Di pemetaan awal kan sembilan kecamatan yang akan kita sasar. Tapi Alhamdulillah karena hujan sehingga tidak sampai begitu,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekeringan tahun ini diperkirakan berlangsung sampai November.

“Jadi status siaga kekeringan sampai November. Nanti kita lihat dan evaluasi di sana,” tambahnya

Pihaknya juga menghimbau kepada Pemerintah Desa untuk tetap mengusulkan permintaan air bersih ke BPBD.

“Kita minta bersurat dicantumkan estimasinya berapa. Berapa KK yang terdampak. Jadinya kita bisa hitung berapa armada yang akan kita turunkan ke sana,” katanya.