Lima Santri di Salah Satu Ponpes Aikmel Terkonfirmasi Positif Covid-19

Pelaksanaan tes cepat antigen kepada para santri, di Aikmel, Jumat (19/02/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Lonjakan kasus covid-19 terjadi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sebelumnya 53 santri dinyatakan positif pada rapid test antigen. Dari jumlah itu, lima santri di antaranya sudah dinyatakan positif Covid-19 setelah melalui tes usap PCR.

Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H Pathurrahman saat dikonfirmasi Inside Lombok membenarkan informasi tersebut. Hal tersebut bermula dari langkah awal pihak Puskesmas Aikmel untuk melaksanakan tes cepat Antigen terhadap wilayah yang memang diperkirakan terjadinya penularan Covid-19 untuk segera dilakukan tindakan pencegahan.

“Saat ini, kita terus melaksanakan tes cepat antigen kepada para santri, 53 positif tes cepat Antigen namun belum tentu positif Covid-19, dan baru lima santri yang dipastikan positif Covid-19 setelah melalui tes PCR,” ucapnya saat dikonfirmasi Inside Lombok melalui sambungan telepon, Jumat (19/02/2021).

Sementara itu, Ketua Tata Usaha Puskesmas Aikmel, Hamdi Mazkur menjelaskan bahwa kasus tersebut terkuak setelah tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan rutin kepada seluruh santri. dari hasil pemeriksaan ditemukan lima santri mengeluh sakit dan kehilangan indra perasa dan indra penciuman. Sebagai tindak lanjut, santri tersebut dilakukan uji cepat dan hasilnya non-reaktif.

“Namun karena ada gejala Covid-19 seperti tidak optimalnya indra penciuman, santri tersebut kembali dilakukan uji cepat antigen dan hasilnya positif,” ucapnya saat ditemui awak media di ponpes tersebut, Jumat (19/02/2021).

Mendapati temuan tersebut, Puskesmas Aikmel kembali melakukan penelusuran kontak terhadap 47 santri ponpes pada hari kedua dan hasilnya 12 orang dinyatakan reaktif . Selanjutnya, pada penelusuran kontak pada hari ketiga dengan sampel 53 santri, 13 diantaranya terkonfirmasi positif.

“Total dari jumlah santri yang dilakukan tes cepat Antigen hingga 18 Februari tersebut sebanyak 30 santri dinyatakan positif tes cepat Antigen, selanjutnya akan dilakukan tes usap PCR dan sudah dibawa ke RSUD Lombok Timur dan RSUD R Soedjono Selong untuk dilakukan isolasi,”paparnya.

Selain itu, Pimpinan Ponpes Husnun Munif menyampaikan, sebelumnya petugas pondok pesantren telah melakukan tindakan antisipasi dengan tidak memberikan izin kepada santri untuk melakukan pertemuan langsung dengan wali santri.

“Proses belajar mengajar tetap berjalan dengan protokol kesehatan dan santriwati diliburkan untuk sementara waktu,” ucapnya.

Dengan kasus lonjakan Covid-19 tersebut, pihak Dikes Lotim,H Pathurrahman mengatakan, para santri yang dinyatakan positif setelah melalui tes cepat Antigen, selanjutnya akan dilakukan tes usap PCR untuk memastikan para santri positif atau tidaknya Covid-19.

“Sampai dengan saat ini sudah ada tambahan sebanyak 53 santri yang positif tes cepat Antigen,” katanya.

Pathurrahman mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah menerapkan protokol kesehatan. Dikatakannya, Covid-19 masih berada di sekitar dan harus bisa menerapkan protokol kesehatan yang serius agar terhindar dari wabah tersebut.