Lobar Siapkan Damri dari Lembar Menuju KEK Mandalika dari Sekotong

Kepala Dishub Lobar, H. M. Najib, saat ditemui di kantornya. Jum'at (16/10/2020). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebagai daerah penyangga, Lombok Barat kian berbenah dalam mendukung aksesibilitas perhelatan MotoGP yang rencananya akan dilaksanakan di Mandalika, Lombok Tengah pada 2021 mendatang.

Pihak Damri pun kini sudah mulai melayani rute Lembar melalui jalur Sekotong untuk menuju KEK Mandalika, Loteng. Kepala Dishub Lobar, H. M. Najib, saat ditemui di kantornya, Jumat (16/10/2020) mengakui bahwa rute tersebut cukup memiliki banyak peminat dan penumpang. Karena jalur yang dilalui dinilai menarik.

“Jalurnya kan mulai dari Lembar, lalu ke Pelangan, Mekaki, kemudian melewati jalur lingkar selatan, Buwun Mas, untuk menuju Selong Belanak” terang Najib.

Diakuinya, saat ini 2 unit Damri sudah mulai beroperasi untuk melayani rute tersebut. Yang sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.

Sementara untuk koridor Senggigi, lanjutnya, rute jaringannya sudah dikeluarkan oleh Dirjen perhubungan. Di mana nantinya itu akan diisi oleh perusahaan transportasi yang memenangkan tender, yang akan dilalukan oleh pusat.

“Untuk saat ini, rintisannya dimulai dari Lembar-Sekotong menuju KEK Mandalika, yang pengusulannya dari kita sendiri (Dishub Lobar, red)” bebernya.

Hal tersebut, kata Najib, guna dapat menghidupkan koneksi Sekotong dengan KEK Mandalika.

“Tadinya jalur Lembar ke Mandalika itu lewat Gerung, tapi kami berusaha usulkan jalur baru melalui Sekotong saja. Itu supaya Lembar dan Sekotong ini bisa hidup, dan ini bisa berdampak kepada perekonomian masyarakat sekitar” ujar Najib.

Bahkan disebutnya, ke depan akan ada sekitar 60 persen penumpang yang akan menuju KEK Mandalika ini datang melalui Lembar.

“Termasuk para tamu dan penoton MotoGp itu nanti” pungkas Kepala Dishub Lobar ini.

Pada tahun 2021 mendatang, Dishub merencanakan pembangunan terminal di depan pasar Kediri. Jalur tersebut nantinya juga akan dilayani oleh Damri dengan tujuan bandara.

“Pembangunan terminal di lahan sekitar 20 are ini sebenarnya sudah ada persetujuan lisan dari Pemprov sebagai pemilik lahan” ungkap Najib.

Persetujuan tersebut diperoleh Dishub Lobar, kata Najib, setelah membawa surat persetujuan dari Bupati Lombok Barat, yang hampir 90 sudah disetujui.

“Untuk pembangunan terminal ini, kita akan menyusun desainnya dalam anggaran APBD perubahan ini” sebutnya.

Dimana mekanisme pemanfaatan lahan tersebut, kata dia, dengan menggunakan sistem pinjam pakai oleh Pemerintah Daerah Lobar kepada Pemerintah Provinsi selaku pemilih lahan.

“Sekarang kita tinggal nunggu surat persetujuan dari pemprov saja” tukasnya.

Apabila pembangunan terminal tersebut disetujui, nantinya kata Najib, pihaknya juga akan menggandeng OPD lain. Guna mendukung sarana dan prasarana pendukung lainnya.